Pengaruh Mobilitas, Kontak Sosial, Dan Tingkat Usia Terhadap Dialek Sasak Di Kabupaten Lombok Timur; Kajian Geografi Dialek
Panesa Putri, Drs. Ridha Mashudi Wibowo, M.Hum.
2025 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA
Penelitian ini mengkaji pengaruh perbedaan usia terhadap variasi penggunaan bahasa Sasak di Kabupaten Lombok Timur, dengan fokus pada aspek fonetik dan leksikal. Kajian ini juga mempertimbangkan peran mobilitas sosial dan kontak luar dalam pembentukan variasi kosakata. Pendekatan yang digunakan adalah geografi dialek, dengan metode pupuan lapangan melalui wawancara terhadap 30 pembahan asli dari lima wilayah: Selong, Sikur, Sembalun, Pringgabaya, dan Keruak. Pembahan dibagi ke dalam tiga kelompok usia: anak-anak, dewasa, dan lansia. Data dalam penelitian ini mencakup kata dalam bahasa Sasak, data tersebut dianalisis melalui komparasi, intropeksi, dan baca markah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan usia berpengaruh signifikan terhadap variasi fonetik dan leksikal bahasa Sasak. Generasi muda cenderung menggunakan bentuk kosakata yang lebih modern dan terpengaruh oleh bahasa Indonesia, sementara generasi tua lebih mempertahankan bentuk tradisional. Tingginya tingkat mobilitas sosial dan frekuensi kontak luar juga mempercepat perubahan leksikal, terutama di wilayah urban seperti Selong, Pringgabaya, dan Keruak. Sebaliknya, wilayah seperti Sikur dan Sembalun menunjukkan konservatisme linguistik. Temuan ini menunjukkan bahwa geografis, usia, dan mobilitas sosial merupakan faktor penting dalam dinamika perubahan bahasa daerah.
This study examines the influence of age differences on the variation in the use of the Sasak language in East Lombok Regency, with a focus on phonetic and lexical aspects. The research also considers the role of social mobility and external contact in shaping vocabulary variation. The approach employed is dialect geography, utilizing fieldwork methods through interviews with 30 native speakers from five regions: Selong, Sikur, Sembalun, Pringgabaya, and Keruak. The informants are categorized into three age groups: children, adults, and the elderly. The linguistic data consist of Sasak vocabulary, which were analyzed through comparative methods, introspection, and marker reading. The results indicate that age differences significantly affect phonetic and lexical variations in the Sasak language. Younger generations tend to use more modern vocabulary forms influenced by the Indonesian language, whereas older generations preserve more traditional forms. A high degree of social mobility and frequent external contact also accelerate lexical change, particularly in urban areas such as Selong, Pringgabaya, and Keruak. In contrast, regions such as Sikur and Sembalun demonstrate linguistic conservatism. These findings suggest that geography, age, and social mobility are key factors in the dynamics of regional language change.
Kata Kunci : bahasa Sasak, variasi leksikal, fonetik, geografi dialek, usia, mobilitas sosial.