Laporkan Masalah

Dampak Revitalisasi Kawasan Kota Tua Jakarta Terhadap Masyarakat Lokal

Angelina Putri Ardita Saragih, Ir. Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM.

2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Nilai historis dari Kawasan Kota Tua Jakarta menjadi salah satu faktor pendorong dilakukannya revitalisasi untuk melestarikan warisan sejarah sekaligus mendorong perkembangan ekonomi melalui sektor pariwisata. Revitalisasi yang bersifat multidimensional tidak hanya membawa perubahan secara fisik, tetapi juga berdampak pada aspek sosial-ekonomi masyarakat yang tinggal di dalamnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak yang dirasakan oleh masyarakat terkait perubahan fisik dan dinamika sosial-ekonomi pascarevitalisasi di Kota Tua Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif-kualitatif dengan fokus pada masyarakat lokal, yaitu komunitas seniman Kota Tua, pedagang, dan penduduk setempat. Data dikumpulkan dari wawancara, observasi nonpartisipan, dan data sekunder. Pemilihan narasumber menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Tahap analisis data dilakukan dengan pengodean tematik untuk mengidentifikasi pola dan konseptualisasi dari dampak revitalisasi. Temuan ini menghasilkan 3 konseptualisasi dampak revitalisasi terhadap masyarakat lokal. Pertama, dampak revitalisasi terhadap aspek fisik terlihat pada peningkatan kualitas fisik dan perubahan pemanfaatan ruang. Perubahan tersebut turut memengaruhi cara masyarakat menggunakan ruang publik yang kemudian membentuk dinamika transformasi ruang secara spasial dan sosial. Kedua, masyarakat merasakan dampak revitalisasi pada perubahan pola interaksi sosial yang menghasilkan keragaman dinamika sosial antar kelompok masyarakat tergantung pada kepentingan dan akses terhadap ruang. Ketiga, masyarakat juga merasakan dampak revitalisasi terhadap keberlanjutan ekonomi mereka yang mendorong kapasitas adaptif masyarakat untuk bertahan di tengah perubahan. Ketiga konsep tersebut saling memengaruhi secara simultan karena perubahan fisik kawasan memicu dinamika sosial-ekonomi, sementara kebutuhan sosial-ekonomi juga turut membentuk arah serta intensitas perubahan ruang. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan kebijakan yang inklusif dengan penguatan partisipasi dan kapasitas masyarakat serta pendekatan yang holistik untuk memahami hal kontekstual dalam perencanaan.

The historical value of Jakarta's Old Town area is one of the driving factors behind its revitalization, which aims to preserve its historical heritage while promoting economic development through tourism. This multidimensional revitalization not only brings about physical changes but also has an impact on the socio-economic aspects of the community living there. Therefore, this study aims to understand the impacts felt by the community regarding physical changes and socio-economic dynamics post-revitalization in Jakarta's Old Town. This study uses an inductive-qualitative approach with a focus on the local community, namely the Old Town artist community, merchants, and local residents. Data was collected through interviews, non-participant observation, and secondary data. The selection of informants used purposive and snowball sampling techniques. The data analysis stage was conducted using thematic coding to identify patterns and conceptualizations of the revitalization's impact. The findings resulted in three conceptualizations of the revitalization's impact on the local community. First, the revitalization's impact on physical aspects was evident in the improvement of physical quality and changes in space utilization. These changes also influence how the community uses public space, which in turn shapes the dynamics of spatial and social transformation. Second, the community feels the impact of revitalization on changes in social interaction patterns, resulting in diverse social dynamics among community groups depending on their interests and access to space. Third, the community also feels the impact of revitalization on their economic sustainability, which drives the community's adaptive capacity to survive amid change. These three concepts influence each other simultaneously because physical changes in the area trigger socio-economic dynamics, while socio-economic needs also shape the direction and intensity of spatial change. Based on these findings, this study recommends the development of inclusive policies with strengthened community participation and capacity, as well as a holistic approach to understanding contextual issues in planning.

Kata Kunci : revitalisasi, transformasi ruang, dinamika sosial, keberlanjutan ekonomi, Kota Tua Jakarta

  1. S1-2025-482004-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482004-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482004-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482004-title.pdf