Problematika Identitas Budaya Masyarakat Arab Teluk dalam Novelet D?ru Khaulah Karya Bu?ainah al-'Issa
Alyssa Mutiara Firdausa, Dr. Zulfa Purnamawati, S.S., M.Hum.
2025 | Tesis | S2 Sastra/Kajian Timur Tengah
Penelitian bertujuan untuk menguraikan problematika identitas budaya masyarakat Arab Teluk novelet Da?ru Khaulah karya Bus?ainah al-‘Issa dengan menggunakan teori identitas budaya Stuart Hall dengan menghubungkan problematika identitas budaya pada fakta sosial yang ada. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber pada media yang berisi fakta-fakta sosial terkait dengan problematika identitas budaya masyarakat Arab Teluk dan novelet Da?ru Khaulah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan tiga tahapan, yaitu pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat. Selanjutnya, data dianalisis dengan model dialektik, yaitu mengaitkan fakta sosial dan teks sastra. Hasil analisis disajikan dalam bentuk narasi deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika identitas budaya masyarakat Arab Teluk berupa homogenisasi budaya, yakni proses penyeragaman budaya yang terjadi akibat pengaruh budaya global yang masif, khususnya budaya Barat. Proses ini menyebabkan identitas budaya kehilangan kedalaman, kekhasan, dan keterikatan historisnya karena semuanya diterjemahkan ke dalam bentuk yang seragam. Bentuk-bentuk homogenisasi budaya masyarakat Arab Teluk dalam novelet Da?ru Khaulah adalah dominasi bahasa asing, krisis religiusitas, pergeseran sistem pendidikan, perubahan gaya hidup; individualisme, perubahan gaya sapaan dan penghormatan, perubahan cara berpakaian, perubahan mata pencaharian, tren olahraga global, serta budaya populer. Sejalan dengan proses homogenisasi budaya, novelet Da?ru Khaulah juga menampilkan adanya upaya pemertahanan budaya Arab. Upaya pemertahanan yang dilakukan dalam novelet tersebut merupakan upaya dalam lingkup keluarga. Upaya-upaya tersebut berupa pemertahanan nilai- nilai agama, penguatan bahasa Arab, dan pelestarian tradisi dan warisan budaya Arab.
The research aims to elaborate on the problematics of cultural identity among Arabian Gulf societies as portrayed in the novella Da?ru Khaulah by Bus?ainah al-‘Issa, using Stuart Hall’s theory of cultural identity. It connects these identity issues to existing social realities. The data used in this study is drawn from media sources containing social facts relevant to the cultural identity problems of Gulf Arab societies and the novelette Da?ru Khaulah. This study employs a descriptive qualitative method, consisting of three stages: data collection, data analysis, and presentation of the analysis results. The data collection stage is carried out using observation and note-taking techniques. The data is then analyzed using a dialectical model, linking social facts with literary texts. The analysis results are presented in descriptive narrative form.
The findings indicate that the cultural identity crisis experienced by Gulf Arab societies manifests in the form of cultural homogenization, a process of cultural standardization driven by the massive influence of global culture, especially western culture. This process leads to the loss of cultural depth, uniqueness, and historical rootedness, as everything becomes translated into a uniform form. In the novelette Da?ru Khaulah, forms of cultural homogenization include the dominance of foreign languages, a crisis of religiosity, shifts in the education system, and changes in lifestyle such as individualism, altered forms of greeting and respect, dress codes, livelihoods, global sports trends, and popular culture. Alongside this process of homogenization, the novelette also portrays efforts to preserve Arab culture. These preservation efforts are carried out within the family sphere and include maintaining religious values, strengthening the Arabic language, and preserving Arab traditions and cultural heritage.
Kata Kunci : Arab Teluk, D?ru Khaulah, Homogenisasi budaya, Identitas Budaya