Hubungan Tingkat Stres Akademik dengan Perilaku Menyikat Gigi dan Kebiasaan Konsumsi Makanan Kariogenik (Kajian pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada)
Fajri Onik, Dr. Leny Pratiwi Arie Sandy, S.Kp.G.,MDSc; drg. Iffah Mardhiyah, M.Biomed.
2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Kesehatan rongga mulut merupakan bagian
integral dari kesehatan umum yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah
satunya stres akademik. Hal ini menjadi isu yang penting untuk diperhatikan,
terutama pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi yang cenderung rentan terhadap
tekanan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
tingkat stres akademik dengan perilaku menyikat gigi dan kebiasaan konsumsi
makanan kariogenik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah
Mada.
Penelitian desain cross-sectional telah
dilakukan dengan melibatkan 95 mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuesioner
Student-Life Stress Inventory (SLSI) untuk menilai tingkat stres
akademik, Oral Hygiene Behavior Index (OHB Index) untuk perilaku
menyikat gigi, dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk mengukur
konsumsi makanan kariogenik. Analisis data dilakukan menggunakan uji Somers'd.
Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tingkat
stres akademik tidak berhubungan dengan perilaku menyikat gigi (p=0,326). Namun,
ditemukan hubungan signifikan antara tingkat stres akademik dan kebiasaan
konsumsi makanan kariogenik dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan
yang lemah (p=0,023; r=0,223). Hasil lainnya menunjukan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat stres akademik
(p=0,037). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat stres akademik tidak
memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku menyikat gigi. Namun,
terdapat hubungan positif antara tingkat stres akademik dengan kebiasaan
konsumsi makanan kariogenik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas
Gadjah Mada.
Oral
health is an integral part of general health that can be influenced by various
factors, one of which is academic stress. This issue is particularly important
to address, especially among students of the Faculty of Dentistry who tend to
be vulnerable to academic pressure. This study aims to investigate the
relationship between the level of academic stress and tooth brushing behavior
as well as the consumption habits of cariogenic foods among students of the
Faculty of Dentistry at Gadjah Mada University.
A
cross-sectional study was conducted involving 95 students from the Faculty of
Dentistry at Gadjah Mada University, Yogyakarta. Data collection was performed
through the completion of the Student-Life Stress Inventory (SLSI)
questionnaire to assess the level of academic stress, the Oral Hygiene Behavior
Index (OHB Index) for tooth brushing behavior, and the Food Frequency
Questionnaire (FFQ) to measure the consumption of cariogenic foods. Data
analysis was carried out using Somers' d test.
The results of the bivariate analysis showed that the level of academic stress was not related to tooth brushing behavior (p=0.326). However, a significant relationship was found between the level of academic stress and the consumption habits of cariogenic foods, with a positive direction and weak strength of the relationship (p=0.023; r=0.223). Other results indicated a significant relationship between gender and the level of academic stress (p=0.037). The conclusion of this study is that academic stress levels are not significantly associated with tooth-brushing behavior. However, there is a positive association between academic stress levels and cariogenic food consumption habits among students from the Faculty of Dentistry, Gadjah Mada University
Kata Kunci : Stres Akademik, Perilaku Menyikat Gigi, Makanan Kariogenik, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi