Evaluasi Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Stroke Iskemik Rawat Inap di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Dessi Resti Octaviani, Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati
2025 | Skripsi | FARMASI
Stroke merupakan penyebab kematian kedua dan kecacatan ketiga di dunia dengan prevalensi yang terus meningkat. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat angka kejadian tertinggi di Indonesia. Hipertensi sebagai faktor risiko utama stroke perlu ditangani secara optimal untuk meningkatkan luaran klinis dan mencegah kekambuhan. Terapi antihipertensi pada pasien stroke seringkali melibatkan multidrug karena adanya komorbiditas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola, ketepatan penggunaan antihipertensi, luaran terapi tekanan darah, dan interaksi potensial obat antihipertensi dengan obat untuk komorbid lain pada pasien stroke iskemik di RSA UGM Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode pengumpulan data secara retrospektif. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dari data rekam medis pasien stroke iskemik di RSA UGM Yogyakarta periode Januari-Desember 2024. Evaluasi ketepatan dilakukan dengan membandingkan antara antihipertensi yang diberikan dengan rekomendasi antihipertensi berdasarkan pedoman 2019 AHA/ASA Guidelines for the Early Management of Patients with Acute Ischemic Stroke dan PERHI 2019. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pola, ketepatan penggunaan antihipertensi, luaran terapi tekanan darah, dan interaksi potensial obat antihipertensi.
Hasil penelitian pada 97 pasien, sebesar 60,82% menggunakan kombinasi antihipertensi, didominasi oleh kombinasi 2 obat golongan CCB dan ARB dengan amlodipin dan kandesartan sebagai obat yang paling banyak digunakan. Hasil evaluasi ketepatan penggunaan obat di RSA UGM adalah 45,36% tepat penggunaan obat antihipertensi berdasarkan pedoman yang digunakan pada penelitian ini dengan rincian 46,39% tepat indikasi, 97,78% tepat obat, 100% tepat pasien, dan 100% tepat dosis. Luaran terapi berupa tekanan darah menunjukkan 80 pasien (82,52%) mencapai target tekanan darah dan 17 pasien (17,52%) tidak mencapai target tekanan darah. Interaksi potensial obat antihipertensi yang terjadi bersifat minor (72,22%), moderate (27,08%), dan major (0,70%), dengan mekanisme farmakokinetik (72,22%), farmakodinamik (22,22%), dan unknown (5,06%).
Stroke is the second leading cause of death and the third leading cause of disability in the world with an increasing prevalence. The Special Region of Yogyakarta (DIY) recorded the highest incidence rate in Indonesia. Hypertension as a major risk factor for stroke needs to be managed optimally to improve clinical outcomes and prevent recurrence. Antihypertensive therapy in stroke patients often involves multidrug due to comorbidities. This study was conducted to determine the pattern, accuracy of antihypertensive use, blood pressure therapy outcomes, and potential interactions of antihypertensive drugs with drugs for other comorbidities in ischemic stroke patients at RSA UGM Yogyakarta.
This study used a cross sectional design with retrospective data collection methods. Samples were taken using purposive sampling method from medical record data of ischemic stroke patients at RSA UGM Yogyakarta for the period January-December 2024. Evaluation of accuracy was carried out by comparing the antihypertensives given with antihypertensive recommendations based on the 2019 AHA/ASA Guidelines for the Early Management of Patients with Acute Ischemic Stroke and PERHI 2019 guidelines. Data were analyzed descriptively to describe patterns, accuracy of antihypertensive use, blood pressure therapy outcomes, and potential antihypertensive drug interactions.
The results of the study in 97 patients, 60,82% used a combination of antihypertensives, dominated by a combination of 2 CCB and ARB drugs with amlodipine and kandesartan as the most widely used drugs. The results of the evaluation of the accuracy of drug use at RSA UGM were 45.36% appropriate use of antihypertensive drugs based on the guidelines used in this study with details of 46,39% appropriate indications, 97,78% appropriate drugs, 100% appropriate patients, and 100% appropriate doses. Therapeutic outcomes in the form of blood pressure showed 80 patients (82,52%) reached the target blood pressure and 17 patients (17,52%) did not reach the target blood pressure. Potential antihypertensive drug interactions that occurred were minor (72,22%), moderate (27,08%), and major (0,70%), with pharmacokinetic (72,22%), pharmacodynamic (22,22%), and unknown (5,06%) mechanisms.
Kata Kunci : stroke iskemik, evaluasi penggunaan obat, antihipertensi, RSA UGM.