Laporkan Masalah

Determinasi Faktor Risiko Gangguan Temporomandibular Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada

Ardi Supriadi, Prayudha Benni Setiawan, S.Kp.G., M.P.H

2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI

Gangguan temporomandibular (TMD) adalah kondisi multifaktorial yang memengaruhi fungsi sendi temporomandibular dan otot pengunyahan, ditandai oleh nyeri, keterbatasan gerak, dan disfungsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko (jenis kelamin, pengalaman trauma kepala/leher, dan kebiasaan buruk) dengan kejadian TMD pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini menggunakan desain analitik observational dengan pendekatan cross-sectional pada 161 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner Fonseca’s Anamnestic Index (FAI) versi Bahasa Indonesia yang valid dan reliabel. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square pada taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi TMD sebesar 19,9%, dengan 16,1% mengalami TMD ringan dan 3,8% TMD sedang. Analisis menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0,926), program studi (p=0,523), kebiasaan buruk (p=0,723), dan angkatan (p=0,79) dengan kejadian TMD. Namun, terdapat hubungan signifikan antara pengalaman trauma kepala/leher dengan kejadian TMD (p=0,01). Temuan ini menegaskan bahwa trauma kepala/leher merupakan faktor risiko penting yang berhubungan dengan TMD pada mahasiswa tingkat akhir kedokteran gigi, sedangkan faktor demografis dan kebiasaan buruk tidak menunjukkan kontribusi signifikan dalam populasi ini. Penelitian ini menyarankan perlunya edukasi pencegahan cedera kepala/leher serta penelitian lebih lanjut dengan desain longitudinal untuk mengeksplorasi faktor-faktor risiko lain, termasuk stres, kualitas tidur, dan faktor oklusal, dalam upaya mengurangi beban TMD pada mahasiswa kedokteran gigi.

Temporomandibular disorder (TMD) is a multifactorial condition affecting the temporomandibular joint (TMJ) and masticatory muscles, characterized by pain, restricted movement, and dysfunction. This study aimed to analyze the association between risk factors (sex, history of head/neck trauma, and parafunctional habits) and TMD occurrence among final-year dental students at Universitas Gadjah Mada. A descriptive analytic study with a cross-sectional design was conducted involving 161 respondents selected through simple random sampling. Data collection was performed online using the validated Indonesian version of Fonseca’s Anamnestic Index (FAI). Bivariate analysis employed the chi-square test with a 95% confidence level. The prevalence of TMD was found to be 19.9%, with 16.1% classified as mild TMD and 3.8% as moderate TMD. Statistical analysis revealed no significant association between TMD occurrence and sex (p=0.926), academic program (p=0.523), parafunctional habits (p=0.723), or academic cohort (p=0.79). However, a significant association was identified between history of head/neck trauma and TMD (p=0.01). These findings highlight head and neck trauma as an important risk factor related to TMD among final-year dental students, while demographic variables and parafunctional habits did not show significant contributions in this population. The study underscores the need for preventive education on avoiding head and neck injuries and recommends further longitudinal research to explore additional risk factors such as academic stress, sleep quality, and occlusal factors to better address TMD among dental students.

Kata Kunci : gangguan temporomandibular, mahasiswa kedokteran gigi, faktor risiko, trauma kepala/leher

  1. S1-2025-427205-abstract.pdf  
  2. S1-2025-427205-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-427205-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-427205-title.pdf