Laporkan Masalah

Motivasi, Aktivitas, dan Perspektif Wisatawan Terhadap Kampung Wisata Tamansari

ERIC GHOZI AZHAR NURSYACHPUTRA, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D.

2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Kampung Wisata Tamansari di Kota Yogyakarta memiliki fenomena menarik dikarenakan letaknya yang berdekatan dengan Situs Bersejarah Tamansari. Penelitian ini dilakukan karena belum banyak kajian yang membahas secara mendalam terkait motivasi, aktivitas, dan perspektif wisatawan terhadap Kampung Wisata Tamansari yang berdekatan dengan Situs Bersejarah Tamansari yang lebih populer. Selain itu, motivasi, aktivitas, dan perspektif wisatawan berperan secara krusial dalam pengembangan suatu destinasi wisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami alasan wisatawan berkunjung, aktivitas yang dilakukan, dan bagaimana perspektif wisatawan terhadap Kampung Wisata Tamansari serta mengidentifikasi keterkaitan antara kedua destinasi heritage tersebut.


Penelitian ini menggunakan pendekatan abduktif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Hal ini berarti peneliti menggabungkan teori dan temuan lapangan untuk memahami fenomena dan menjelaskan dengan baik secara logis. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas wisatawan mengunjungi Kampung Wisata Tamansari secara spontan setelah berkunjung ke Situs Bersejarah Tamansari. Motivasi wisatawan sangat beragam berupa aktivitas fisik seperti jalan-jalan, memahami sejarah dan budaya, kuliner tradisional, interaksi sosial, dan momen personal. Aktivitas yang dilakukan meliputi berjalan-jalan, memahami sejarah dan budaya, membatik, mencicipi kuliner tradisional, dan berfoto di dalam kampung. Perspektif wisatawan terhadap akses dan fasilitas di kampung sudah baik, terutama dengan adanya pemandu wisata yang membantu dalam mengeksplor kampung. Dapat disimpulkan bahwa keterkaitan kedua destinasi wisata yang terletak berdekatan dalam Kawasan Tamansari saling melengkapi dan memperkaya pengalaman wisata dalam konsep heritage tourism. Konsep heritage tourism berupa adanya heritage trail di kedua destinasi wisata, behavioral environment yang tercipta melalui proses filtrasi. Bentuk behavioral environment adalah adanya tangible yaitu Situs Bersejarah Tamansari dan beberapa bangunan dengan arsitektur kuno di Kampung Wisata Tamansari. Sedangkan intagible berupa sejarah di kampung, membatik dan membuat wayang, romantisasi ngeteh, kuliner tradisional di Pasar Ngasem dan UMKM lokal.

Kampung Wisata Tamansari in Yogyakarta City presents a unique phenomenon due to its proximity to the Tamansari Historical Site. This research was conducted because there is a lack of in-depth studies discussing tourists’ motivations, activities, and perspectives regarding Kampung Wisata Tamansari, which is situated near the more popular historical site. Moreover, tourists’ motivations, activities, and perspectives play a crucial role in the development of a tourism destination. The aim of this study is to understand the reasons tourists visit, the activities they engage in, and their perspectives on Kampung Wisata Tamansari, as well as to identify the relationship between these two heritage destinations.


This research employs a qualitative abductive approach with a case study design, meaning that theoretical frameworks and empirical findings are combined to logically explain the phenomenon. Data were collected through field observations, interviews, and documentation.


The findings indicate that the majority of tourists visit Kampung Wisata Tamansari spontaneously after visiting the Tamansari Historical Site. Tourists’ motivations are diverse, including physical activities such as strolling, exploring history and culture, enjoying traditional culinary experiences, social interaction, and personal moments. Activities undertaken include walking, learning about history and culture, participating in batik-making, tasting traditional cuisine, and taking photographs within the village. Tourists generally have positive perspectives regarding access and facilities in the village, especially with the assistance of local guides who help them explore the area. It can be concluded that the close relationship between these two adjacent destinations within the Tamansari area complements and enriches the tourism experience within the concept of heritage tourism. The heritage tourism concept in this context is manifested through the presence of a heritage trail connecting both destinations, and a behavioral environment created through a process of filtration. The tangible aspects include the Tamansari Historical Site and several old architectural buildings in Kampung Wisata Tamansari, while the intangible aspects encompass the village’s history, batik and wayang-making traditions, the romanticization of tea-drinking, traditional culinary experiences at Pasar Ngasem, and local UMKM.

Kata Kunci : Tamansari, motivasi, aktivitas, perspektif, heritage tourism

  1. S1-2025-460125-abstract.pdf  
  2. S1-2025-460125-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-460125-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-460125-title.pdf