Laporkan Masalah

Audience Reception of Lembayung as an Alpha Female Figure in the film Sultan Agung: Throne, Rebellion, and Love (2018)

Diah Adristi, Dr. Novi Kurnia, M.Si., M.A.

2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana audiens Gen Z dan Milenial di Indonesia menerima dan menginterpretasikan tokoh Lembayung sebagai figur Alpha Female dalam film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018). Fokus penelitian ini terletak pada bagaimana audiens menilai karakter Lembayung melalui karakteristik Dominant Women dari Maslow (1939), yang mencakup sifat-sifat seperti rasa rendah diri yang rendah, harga diri tinggi, kemampuan bersosialisasi, keberanian, dan rasa percaya diri. Penelitian ini juga mengadopsi perspektif teori budaya untuk melihat bagaimana karakteristik tersebut diinterpretasikan dalam konteks norma gender dan nilai-nilai budaya kontemporer di Indonesia. Dengan menggunakan Teori Resepsi Audiens dari Stuart Hall dan kerangka analisis partisipatif dari Sonia Livingstone, penelitian ini menganalisis bagaimana karakteristik tersebut dipersepsikan serta bagaimana interpretasi tersebut membentuk sudut pandang audiens terhadap konsep alpha female. Wawancara mendalam dengan empat informan mengungkap bagaimana masing-masing dari mereka memaknai dan merefleksikan karakteristik Alpha Female berdasarkan situasi dan pengalaman pribadi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat informan memiliki makna yang beragam terkait figur Alpha Female dalam film Sultan Agung melalui karakter Lembayung. Keragaman ini dipengaruhi oleh pengalaman mereka dalam menonton film Indonesia, paparan terhadap konten bertema gender di media sosial, serta pemahaman mereka terhadap isu-isu gender. Selain itu, masing-masing informan juga menunjukkan cara yang berbeda dalam berpartisipasi dalam diskusi daring mengenai isu Alpha Female, yang mencerminkan tingkat partisipasi dan posisi budaya yang beragam.

This research explores how Indonesian Gen Z and Millennial audiences receive and interpret Lembayung as an Alpha Female figure in the film Sultan Agung: Throne, Rebellion, and Love (2018). It focuses on how these audiences assess her character through Maslow's (1939) Dominant Women characteristics, which comprise traits such as Low Feelings of Inferiority, High Self-esteem, Sociability, Fearlessness, and Self-Confidence. This study also embeds a cultural theory perspective to examine how these traits are interpreted within the context of contemporary Indonesian gender norms and cultural values. By employing Stuart Hall's Audience Reception Theory alongside Livingstone's participatory analysis framework, the study examines how these traits are perceived and how such interpretations shape the audience's perspective on the concept of the alpha female. In-depth interviews with four audiences reveal how each informant perceives and portrays Alpha female characteristics, reflecting them in their situation and experiences. The results of the study show that the four informants have their own meanings related to the topic of Alpha Female in the film Sultan Agung through Lembayung. This is motivated by their experience of watching Indonesian films, their exposure to gender-based content on social media, and their understanding of gender issues. They also have different ways of engaging in online discussions about alpha female issues. 

Kata Kunci : Audience Reception, Alpha Female, Lembayung, Indonesian Audience, Sultan Agung; Throne, Rebellion, and Love

  1. S1-2025-472602-abstract.pdf  
  2. S1-2025-472602-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-472602-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-472602-title.pdf