PENGUKURAN ANTROPOMETRI SELURUH TUBUH LAKI-LAKI RAS AUSTRALOID DI YOGYAKARTA DENGAN SUKU JAWA SEBAGAI PEMBANDING
Hario Bayoe Koesoema, Prof. Dr. Eng. Ir. Herianto, S.T., M.Eng. IPU., ASEAN. Eng
2012 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIPengukuran setiap segmen tubuh manusia penting untuk dilakukan. Termasuk pengukuran antropometri seluruh tubuh Setiap individu memerlukan kenyamanan, keamanan dan keselamatan agar performa kerja tetap terjaga. Di Indonesia terdapat banyak suku maupun ras. Ras Australoid Indonesia seperti Papua dan Ambon, memiliki perbedaan dalam segi ras dan bentuknya dengan ras Mongoloid dengan suku Jawa sebagai suku dominan. Sudah ada beberapa data ukuran tubuh suku Jawa saat ini. Sedangkan data untuk ras Australoid di Indonesia belum banyak tersedia saat ini. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui data antropometri seluruh tubuh dari ras Australoid dengan suku Jawa sebagai pembandingnya. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengukuran langsung menggunakan kursi antropometri, jangka sorong, meter tape, penggaris, dan penimbang berat badan. Objek yang dijadikan penelitian berjumlah 30 orang ras Australoid yang memiliki jenis kelamin laki-laki. Pengukuran data antropometri dibagi menjadi 36 variabel. Perbandingan karakteristik dengan suku Jawa menggunakan t-test. Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata umur subyek 21 tahun 6 bulan, berat badan rata-rata 58,61 kg, dengan tinggi badan rata-rata 162,8 cm. BMI dari penelitian menunjukkan bahwa 83% subyek memiliki nilai BMI normal. Telah didapatkan data antropometri ras Australoid dengan 36 variabel. Dari data antraopometri 36 variabel ras Australoid dibandingkan karakteristiknya dengan suku Jawa didapatkan adanya perbedaan signifikan pada 22 variabel antropometri. Dimana 7 variabel dari 22 variabel yang memiliki perbedaan signifikan menunjukkan ukuran ras Australoid lebih besar. Sedangkan 15 variabel tersisa menunjukkan ukuran suku Jawa lebih besar dari ras Australoid.
Kata Kunci : antropometri, ras Australoid, suku Jawa