Mutu Benih dan Kualitas Semai Acacia mangium Willd. dari Kebun Benih Semai Uji Keturunan Generasi Ketiga di Pacitan, Jawa Timur
Devi Fitri Ana, Dr. Ir. Sapto Indrioko, S.Hut., M.P., IPU.; Dr. Sri Sunarti, S.Hut., M.P.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Permintaan kayu terus meningkat seiring berkembangnya berbagai industri, namun peningkatan kebutuhan ini tidak dapat dipenuhi karena regulasi kehutanan semakin ketat untuk melindungi kelestarian sumber daya alam. Pemanfaatan jenis pohon fast growing seperti Acacia mangium Willd. menjadi solusi karena mampu menyediakan kayu dalam waktu singkat tanpa menekan kelestarian hutan. Benih yang bermutu tinggi diperlukan untuk mendukung produktivitas A. mangium ini. Salah satu sumber benih unggul yang telah dikembangkan adalah Kebun Benih Semai Uji Keturunan, yang berperan dalam menyediakan materi genetik berkualitas tinggi hasil program pemuliaan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan mutu benih dan kualitas semai A. mangium dari berbagai famili dari tiga provenans yang berbeda yang berasal dari Kebun Benih Semai Uji Keturunan generasi ketiga di Pacitan, Jawa Timur.
Dalam penelitian ini dilakukan sampling benih terhadap semua provenans (yaitu Oriomo, Kini, dan Wipim) yang dalam hal ini setiap provenans diwakili oleh tiga famili. Setiap famili kemudian ditumbuhkan 30 semai sehingga total digunakan 270 semai. Seluruh parameter pengamatan dianalisis menggunakan analisis tersarang (nested). Hasil penelitian berdasarkan analisis tersarang menunjukkan bahwa benih yang berasal dari provenans Oriomo, Kini, dan Wipim serta masing-masing famili memiliki perbedaan signifikan terhadap parameter kadar air benih, berat benih, daya kecambah, kecepatan berkecambah dan kekokohan semai. Meskipun seluruh benih telah memenuhi standar mutu berdasarkan SNI 7627:2014, provenans Kini dan Wipim, khususnya pada famili 22 dan 31, direkomendasikan sebagai kandidat untuk dikembangkan lebih lanjut melalui program klonisasi, di mana individu-individu terpilih dari kedua famili tersebut dapat digunakan sebagai pohon induk dalam pembangunan kebun benih klonal.
The demand for timber is rising as various industries expand. However, this increased demand cannot be satisfied because forestry regulations are becoming stricter to ensure the sustainability of natural resources. Utilizing fast-growing tree species such as Acacia mangium Willd. offers a solution, as they provide wood quickly while maintaining forest sustainability. High-quality seeds are essential for maximizing A. mangium productivity. The Progeny Test Seedling Seed Orchard is a superior seed source, providing high-quality genetic material from breeding programs. Therefore, this study aimed to identify differences in the seed quality and seedling quality of A. mangium from various families across three different provenances originating from the third generation Progeny Test Seedling Seed Orchard in Pacitan, East Java.
In this study, seeds were collected from all provenances (i.e., Oriomo, Kini, and Wipim), each represented by three families. From each family, 30 seedlings were grown, resulting in a total of 270 seedlings. All observation parameters were analyzed using nested analysis. The results of the study showed that there were significant differences among the Oriomo, Kini, and Wipim provenances and within each family in the parameters of seed moisture content, seed weight, germination, germination speed, and seedling sturdiness. Although all seeds have met the quality standards based on SNI 7627:2014, the Kini and Wipim provenances, especially in families 22 and 31, are recommended as candidates for further development through clonization programs, where selected individuals from both families can be used as parent trees in the establishment of clonal seed orchards.
Kata Kunci : A. mangium, benih unggul, Kebun Benih Semai Uji Keturunan, provenans, standar mutu benih; A. mangium, superior seed, Progeny Test Seedling Seed Orchard, provenance, seed quality standard