Komparasi Pemikiran Politik Yasir Arafat Dan Syekh Ahmad Yasin Di Palestina (Perspektif Konstruktivisme
Muhibussabri, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum.
2025 | Tesis | S2 Sastra/Kajian Timur Tengah
Tesis ini
bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan pemikiran politik Yasir Arafat dan
Syekh Ahmad Yasin di Palestina, menggunakan pendekatan teori konstruktivisme.
Yasir Arafat dikenal sebagai tokoh nasionalis dan pendiri Fatah serta pemimpin
Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), berfokus pada jalur diplomatik. Syekh
Ahmad Yasin merupakan pendiri Hamas mengedepankan perlawanan bersenjata
berbasis ideologi Islam dan nasionalisme. Melalui pendekatan konstruktivisme,
penelitian menganalisis bagaimana identitas, nilai, dan konstruksi sosial
membentuk pandangan politik dan strategi perjuangan masing-masing tokoh.
Penelitian menggunakan metode kualitatif, dan studi pustaka dalam mengumpulkan
data dan literatur.
Hasil
penelitian menunjukkan perbedaan konstruksi pemikiran politik kedua tokoh, dari
identitas, narasi makna dan norma, refleksi dan penggambaran keduanya dalam
lingkup regional dan global. Kondisi ini dilatar belakang perbedaan ideologi,
pendidikan, dan pengaruh sosial yang berbeda. Persamaan keduanya bertujuan
membebaskan Palestina dan Yerussalam, memaksimalkan lobi internasional dan
memiliki karisma kuat sebagai pemimpin. Legitimasi Yasir Arafat melalui
pengakuan global dan diplomasi, sementara Syekh Ahmad Yasin dengan narasi jihad
dan solidaritas Islam. Tindakan politik keduanya tidak hanya berdasarkan
kepentingan material, melainkan juga pada identitas, nilai historis, dan norma
sosial.
This thesis
explores and compares the political thought of Yaser Arafat and Sheikh Ahmad
Yasin in Palestine, using the constructivist theoretical approach. Yasir Arafat
is known as a nationalist figure and founder of Fatah as well as leader of the
Palestine Liberation Organization (PLO), focusing on diplomatic and negotiation
strategies. Sheikh Ahmad Yasin was the founder of Hamas, who promoted armed
resistance based on Islamic ideology and nationalism. This research analyzes
how identity, values, and social constructions influence the political
orientation and strategic approach to resistance through constructivist
approach. This study uses qualitative method and literature review to collect
and analyze data.
The research
reveals differences in political thought construction of both figures, from
identity, narrative meaning, and norms to their reflection and representation
within regional and global contexts. This condition comes from differences ideology,
education, and distinct social influences. Both leaders share similarities, their
goal to liberate Palestine and Jerusalem, international lobbying, and charisma
as leaders. Arafat legitimacy comes through global recognition and diplomacy,
Ahmad Yasin’s comes through the jihad narrative and Islamic solidarity. The
political actions of both are based not only on material interests but also on
identity, historical values, and social norms.
Kata Kunci : Palestina, Arafat, Yasin, Konstruktivisme, Pemikiran Politik, perlawanan