Pemanfaatan Environmental DNA dari Sampel Debu untuk Deteksi Keanekaragaman Burung di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY)
Zahra Shizuka Mubarika, Dr. Dwi Sendi Priyono, S.Si., M.Si
2025 | Skripsi | BIOLOGI
Perdagangan
satwa liar dilindungi terutama burung marak terjadi di Indonesia. Sering kali
terjadi ketidaksesuaian dan kemungkinan ketidakjujuran antara pengakuan pelaku
perdagangan dan jumlah burung yang disembunyikan di TKP. Metode environmental
DNA (eDNA) dari sampel debu menjadi salah satu alat tracking dan
validasi karena debu merupakan partikel yang dapat ditemui di mana saja dan
mengandung DNA organisme yang ada di lokasi
bertujuan membentuk database burung secara menyeluruh setidaknya
sehingga jika terjadi kasus perdagangan satwa ilegal dapat meminimalisir bias
dan kepastian data yang didapat. Penelitian ini menggunakan gen cytochrome c
oxidase I (COI) sebagai penanda genetik utama untuk amplifikasi
eDNA. Sampel debu yang berisi feses burung dan komponen lainnya dikumpulkan,
dilakukan ekstraksi DNA menggunakan TIANamp Genomic DNA Kit. Amplifikasi gen COI dilakukan melalui
PCR, kemudian dianalisis menggunakan platform Oxford Nanopore yang di
visualisasikan menggunakan pemrograman Python. Metode konvensional
mengidentifikasi spesies yang ada di PASTY sebanyak 70 spesies utama. Sementara
itu, analisis eDNA mengungkap keberadaan taksa tambahan yang tidak terdeteksi
secara visual. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kesamaan penemuan
spesies menggunakan metode konvensional dan metode eDNA yaitu Columba livia,
Geopelia striata, Leucopsar rothschildi (CR - kritis/ terancam punah).
Penelitian ini menekankan kebutuhan mendesak perlunya melakukan pemantauan
berkala guna membantu mengawasi distribusi perdagangan burung yang dilindungi
di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY).
The trade in protected wildlife,
especially birds, is rampant in Indonesia. There are often discrepancies and
possible dishonesty between the confessions of the perpetrators of the trade
and the number of birds hidden at the scene. The environmental DNA (eDNA)
method from dust samples is one of the tracking and validation tools because
dust is a particle that can be found anywhere and contains the DNA of organisms
present at the location, aiming to form a comprehensive bird database at least
so that if there is a case of illegal wildlife trade, bias can be minimized and
the certainty of the data obtained. This study used the cytochrome c oxidase
I (COI) gene as the main genetic marker for eDNA amplification. Dust
samples containing bird feces and other components were collected, DNA
extraction was carried out using the TIANamp Genomic DNA Kit. COI gene
amplification was carried out via PCR, then analyzed using the Oxford Nanopore
platform which was visualized using Python programming. Conventional methods
identified 70 main species in PASTY. Meanwhile, eDNA analysis revealed the
presence of additional taxa that were not visually detected. The results of
this study indicate similarities in species discovery using conventional
methods and eDNA methods, namely Columba livia, Geopelia striata,
Leucopsar rothschildi (CR - Critically Endangered). This
study emphasizes the urgent need for regular monitoring to help oversee the
distribution of protected bird trade at the PASTY market in Yogyakarta.
Kata Kunci : eDNA, COI, burung, PASTY, debu, Oxford Nanopore, perdagangan satwa