Laporkan Masalah

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN OBJEK WISATA PADA RPH MANGUNAN KABUPATEN BANTUL

Maria Imaculata R. Idan Kewuren, Dr. Ir. Kaharuddin, S.Hut., M.Si.,IPU. ; Dr. Ir. Lies Rahayu Wijayanti Faida, MP.,IPU.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Pertumbuhan pariwisata alam di kawasan RPH Mangunan Kabupaten Bantul menghadirkan tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan aktivitas wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur daya dukung lingkungan wisata di tiga objek wisata utama, yaitu Puncak Becici, Hutan Pinus Sari, dan Seribu Batu Songgo Langit, menggunakan pendekatan perhitungan Physical Carrying Capacity (PCC), Real Carrying Capacity (RCC), dan Effective Carrying Capacity (ECC) berdasarkan metode Cifuentes (1992). Faktor koreksi dalam perhitungan RCC meliputi diversitas herpetofauna, kelerengan, dan kepekaan tanah terhadap erosi. Hasil menunjukkan bahwa nilai ECC tertinggi terdapat pada Hutan Pinus Sari sebesar 3.193 orang/hari, lalu Puncak Becici sebesar 1.992 orang/hari, dan Seribu Batu Songgo Langit sebesar 971orang/hari. Selain itu, tingkat kepuasan pengunjung yang diukur menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan hasil dengan kategori “puas”, yaitu sebesar 76,32% untuk Puncak Becici, 77,85% untuk Hutan Pinus Sari, dan 80,52% untuk Seribu Batu Songgo Langit yang menandakan bahwa pengalaman wisata masih terjaga dengan baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga objek wisata masih berada dalam batas daya dukung yang aman, sehingga integrasi antara pengendalian daya dukung dan peningkatan kualitas pelayanan wisata menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan wisata alam di RPH Mangunan.

The growth of nature tourism in the RPH Mangunan area of Bantul Regency presents a challenge in maintaining a balance between environmental sustainability and tourism activities. This study aims to measure the carrying capacity of the tourism environment in three main tourist attractions, namely Puncak Becici, Hutan Pinus Sari, and Seribu Batu Songgo Langit, using the Physical Carrying Capacity (PCC), Real Carrying Capacity (RCC), and Effective Carrying Capacity (ECC) calculation approaches based on the Cifuentes (1992) method. Correction factors in the calculation of RCC include herpetofauna diversity, slope, and soil sensitivity to erosion. The results show that the highest ECC value is found in Hutan Pinus Sari with 3,193 people/day, then Puncak Becici with 1,992 people/day, and Seribu Batu Songgo Langit with 971 people/day. In addition, the level of visitor satisfaction measured using the Customer Satisfaction Index (CSI) method shows results with the “satisfied” category, which is 76.32% for Puncak Becici, 77.85% for Hutan Pinus Sari, and 80.52% for Seribu Batu Songgo Langit which indicates that the tourist experience is still well maintained. This research shows that the three attractions are still within safe carrying capacity limits, so that integration between carrying capacity control and improving the quality of tourist services is the key to maintaining the sustainability of nature tourism in RPH Mangunan.

Kata Kunci : daya dukung lingkungan, objek wisata alam, kepuasan pengunjung, RPH Mangunan

  1. S2-2025-527423-abstract.pdf  
  2. S2-2025-527423-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-527423-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-527423-title.pdf