Laporkan Masalah

Pengaruh IPM Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2010–2023

Arifah Ainani Asfan, Dr. Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A.

2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi yang memiliki nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi kedua di Indonesia. Dengan tingginya nilai IPM, seharusnya mencerminkan adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdampak pada produktivitas sehingga dapat mengentaskan kemiskinan. Namun, fenomena yang terjadi di DIY justru menunjukkan berupa tingginya IPM yang tidak diiringi dengan penurunan kemiskinan. Hal tersebut tergambarkan pada tingginya angka persentase penduduk miskin di DIY. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika IPM dan persentase penduduk miskin serta menganalisis pengaruh IPM terhadap tingkat kemiskinan di DIY pada tahun 2010-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik regresi data panel. Analisis deskriptif dilakukan dengan menggunakan tabel dan grafik, sedangkan analisis pengaruh dilakukan dengan uji statistik t dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin secara umum mengalami tren fluktuatif pada periode 2010-2023. Sementara itu, IPM secara keseluruhan menunjukkan adanya peningkatan pada periode 2010-2023. IPM berpengaruh terhadap persentase penduduk miskin dengan nilai probabilitas sebesar 0,0000. Uji koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen sebesar 85,7382%.

Daerah Istimewa Yogyakarta is a province with the second-highest Human Development Index (HDI) in Indonesia. A high HDI value is ideally a reflection of improved human resource quality, which should lead to higher productivity and poverty alleviation. However, the phenomenon observed in DIY shows a high HDI that is not accompanied by a corresponding decline in poverty levels. This is reflected in the persistently high percentage of the poor population in the region. Therefore, this study aims to analyze the dynamics of HDI and the poverty rate, as well as the influence of HDI on poverty levels in DIY during the period 2010–2023. The research employs a quantitative method with a descriptive approach and panel data regression technique. Descriptive analysis is conducted using tables and graphs, while the influence analysis is performed through the t-test and coefficient of determination (R²) test. The findings indicate that the poverty rate experienced a fluctuating trend from 2010 to 2023, while the HDI consistently increased throughout the same period. HDI has a significant effect on the poverty rate, with a probability value of 0.0000. The coefficient of determination (R²) indicates that the independent variable explains 85.7382% of the variation in the dependent variable.

Kata Kunci : Data Panel, Indeks Pembangunan Manusia, Kemiskinan, Pembangunan Manusia

  1. S1-2025-473919-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473919-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473919-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473919-title.pdf