Laporkan Masalah

Tuturan Emosional Pengguna Media Sosial X dalam Unggahan Komentar Utas Perselingkuhan: Kajian Sosiopragmatik

Andi Tenri Ribi Farhana, Dr. Sulistyowati, M.Hum.

2025 | Tesis | S2 Linguistik

Kasus perselingkuhan menjadi fenomena yang ramai terjadi tidak hanya secara langsung, tetapi dapat dilakukan secara daring atau disebut dengan cyber affair. Unggahan kasus perselingkuhan melalui utas di media sosial X membentuk beragam emosi dari pengguna media sosial X yang membaca utas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tuturan emosional pengguna media sosial X dan fitur linguistik antara laki-laki dan perempuan saat berkomentar di dalam utas perselingkuhan. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dasar berupa teknik sadap menggunakan fitur tangkapan layar (screenshots) dan teknik lanjutan dengan menggunakan teknik bebas libat cakap dan catat menggunakan kartu data. Analisis data menggunakan alat CMC atau kata emosional lalu melalui pendekatan teori emosi oleh Ekman. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari enam emosi dasar oleh Ekman tidak ditemukan tuturan emosional senang yang ditunjukkan dalam unggahan komentar utas perselingkuhan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan pola linguistik dalam mengekspresikan emosi pada utas perselingkuhan di media sosial X. Berdasarkan asumsi dari analisis fitur linguistik, laki-laki lebih banyak menggunakan makian vulgar dan struktur kalimat lugas, sedangkan perempuan menunjukkan variasi yang lebih kompleks melalui emoji, pengulangan huruf, tanda baca berlebih, intensifier, dan kata-kata ekspresif yang menghasilkan tingkat accuracy emosi yang lebih tinggi.

Infidelity has become a phenomenon that not only occurs in face-to-face interactions but also increasingly takes place in online spaces, commonly referred to as cyber affairs. Cases of infidelity that are shared through threads on the social media platform X evoke a wide range of emotional responses from users who engage with these posts. This study aims to describe the forms of emotional expressions displayed by X users and to examine the differences in emotional expression between male and female commenters within infidelity threads. This research employs a descriptive method with a qualitative approach. Data were collected using a primary technique of digital observation via screenshots and a secondary technique involving non-participant observation and systematic note-taking using data cards. The data were analyzed using Computer-Mediated Communication (CMC) tools, focusing on emotional words, and further examined through Ekman’s theory of basic emotions. The findings indicate that among Ekman’s six basic emotions, no expression of happiness was observed within the analyzed comments. The study also reveals distinct linguistic patterns between male and female users when expressing emotions in infidelity-related threads on X. Based on the linguistic feature analysis, male users predominantly employed vulgar swear words and straightforward sentence structures, while female users demonstrated more complex variations through the use of emoticons, letter repetitions, excessive punctuation, intensifiers, and emotionally expressive words, which collectively produced higher emotional accuracy.

Kata Kunci : Fitur linguistik, media sosial X, pasangan selingkuh, sosiopragmatik, dan utas.

  1. S2-2025-513291-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513291-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513291-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513291-title.pdf