Laporkan Masalah

Variasi Morfologi dan Morfometri Tengkorak Kuskus (Diprotodontia: Phalangeridae) di Indonesia

Nagisha Khansa Kayana, Dr. Rury Eprilurahman, S.Si. M.Sc.dan Nurul Inayah, M. Sc.

2025 | Skripsi | BIOLOGI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter morfologi kuskus di Indonesia, mengidentifikasi variasi morfometri tengkorak antar spesies kuskus di Indonesia, serta menganalisis apakah terdapat dimorfisme seksual pada jantan dan betina. Jumlah 168 spesimen kuskus yang digunakan merupakan koleksi Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Parameter morfologi eksternal sebanyak 4 dan 16 karakter morfometri tengkorak. Analisis statistik deskriptif menggunakan Microsoft Excel untuk mengetahui variasi dan Principal Component Analysis (PCA) untuk mengetahui pengelompokkan ketiga belas spesies kuskus. Hasil yang didapat dari pengukuran morfologi, yaitu Ailurops ursinus merupakan spesies kuskus dengan ukuran tubuh terbesar dan Strigocuscus pelengensis adalah spesies kuskus terkecil. Variasi didapat sebesar 87,24%, yang menandakan adanya variasi yang signifikan di antara ketiga belas spesies kuskus yang ada di Indonesia. Selain itu, ditemukan adanya dimorfisme seksual pada Ailurops ursinus, Phalanger orientalis, Phalanger ornatus, Phalanger rothschildi, Spilocuscus maculatus, dan Strigocuscus celebensis berdasarkan analisis deskriptif, sementara pada analisis t-test hanya ditemukan pada Strigocuscus celebensis dan Strigocuscus pelengensis.metri Tengkorak Kuskus (Diprotodontia: Phalangeridae) di Indonesia

This study aims to analyze the morphological characteristics of cuscus in Indonesia, identify variations in skull morphometry between cuscus species in Indonesia, and analyze whether there is sexual dimorphism in males and females. The 168 cuscus specimens used were from the collection of the Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) of the National Research and Innovation Agency (BRIN). External morphological parameters were 4 and 16 skull morphometric characters. Descriptive statistical analysis using Microsoft Excel to determine variation and Principal Component Analysis (PCA) to determine the grouping of thirteen cuscus species. The results obtained from morphological measurements, namely Ailurops ursinus is a cuscus species with the largest body size and Strigocuscus pelengensis is the smallest cuscus species. Variation was 87.24%, indicating significant variation among the thirteen cuscus species in Indonesia. In addition, sexual dimorphism was found in Ailurops ursinus, Phalanger orientalis, Phalanger ornatus, Phalanger rothschildi, Spilocuscus maculatus, and Strigocuscus celebensis based on descriptive analysis, while the t-test analysis was only found in Strigocuscus celebensis and Strigocuscus 

Kata Kunci : Kuskus, Phalangeridae, variasi, morfometri, dimorfisme seksual

  1. S1-2025-479799-abstract.pdf  
  2. S1-2025-479799-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-479799-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-479799-title.pdf