Makanan dan Praktik-Praktik Makan dalam Sastra Anak The Famous Five karya Enid Blyton: Kajian Representasi Stuart Hall
RETNO WULANDARI, Dr. Pujiharto, M.Hum; Dr. Hayatul Cholsy, M.Hum.
2025 | Disertasi | S3 Ilmu-ilmu Humaniora
Sebagai bagian dari kebudayaan dan merupakan hal penting yang dihadapi masyarakat secara langsung, makanan dan praktik makan mempunyai makna-makna tertentu. Makanan dan praktik makan yang digambarkan dalam karya sastra, termasuk sastra anak, dapat memberikan penjelasan tentang makna makanan dan praktik makan dalam karya sastra tersebut.
Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi makanan dan praktik makan pada 21 (dua puluh satu) novel anak serial The Famous Five karya Enid Blyton. Selain itu, penelitian ini juga menjawab pertanyaan mengapa makanan dan praktik makan tersebut direpresentasikan demikian. Teori yang digunakan adalah teori representasi Stuart Hall di mana semiotika dan konstruksi diskursif diterapkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara semiotika, makanan dan praktik makan dalam serial tersebut merepresentasikan identitas nasional Inggris, tanda ideologi Romantik dan Modernisme, kelas sosial, dan pembagian peran gender; dengan payung besar ada dalam mitos identitas nasional Inggris dan ideologi Romantik. Identitas Inggris yang berusaha dibangun oleh Blyton adalah makanan dan praktik makan yang setidaknya dikonsumsi kaum menengah, telah dikonstruksi sebelumnya sebagai identitas Inggris dan bukan hal yang berasal dari negara lain atau percampuran antaretnik. Sedangkan mitos idealisasi Romantik bagi Blyton adalah makanan dan praktik makan yang berasal dari tanah sendiri, alami, diolah sederhana, dan menggunakan bahan-bahan lokal. Adapun alasan-alasan yang membentuk representasi tersebut secara diskursif adalah adanya konstruksi sosial dan politik yang mengacu pada konstruksi kesejarahan dengan runtuhnya imperium Inggris setelah Perang Dunia II dan adanya idealisasi Romantik sebagai penolakan terhadap modernisme dan industrialisasi. Wacana yang dibangun juga meliputi wacana superioritas sebagai negara yang kuat untuk mengembalikan kejayaan Inggris, ajaran Kristen, dan warisan para kaum ningrat Inggris tentang simplisitas, namun sekaligus keberlimpahan atas dasar kepercayaan sebagai bangsa yang dipilih Tuhan. Selain itu, adanya konstruksi kesusastraan dan semangat nostalgia dalam diri pengarang juga turut membangun wacana-wacana tersebut. Sastra anak merupakan alat yang efektif untk penanaman ideologi-ideologi.
As part of culture and being a vital element that people usually directly face, food and food practices unavoidably contains certain meanings. Food and food practices depicting in works of literature, including children's literature, can bring explanation on the meanings of food and food practices in the works of literature.
The research is intended to analyze representation of food and food practices in 21 (twenty-one) series of Enid Blyton's The Famous Five. In addition, it is also to answer the question why the food and food practices are represented as such. The research uses Stuart Hall's theory of representation where semiotics and discursive construction are applied.
The research shows that semiotically, food and food practices represent Englishness, the sign of Romanticism and Modernism, the sign of social class, and that of gender roles division; with the big umbrella on the myths of Englishness and Romanticism. Englishness that Blyton attempts to build is food and food practices consumed by at least middle-class society, have been constructed as English identity, and not those coming from other countries or mixed-ethnicities. The myth of Romantic idealization for Blyton is food and food practices originated from one's own land, natural, simply cooked, and using local materials. Meanwhile, discursively, there are some reasons for construct the representation, namely: social and political construct referring historical construct on the fall of British imperium after World War II, and the Romantic idealization as the challenge of modernism and industrialization. The mentioned discourses also encompass that of superiority as the powerful country to return the nation's glory, Christian faith, and the heritage of the English aristocrat and gentry on simplicity, and at the same time the abundance as the belief of the God's elect. Moreover, literary construction and nostalgia spirit of the author help building the discourses. Children's literature is an effective tool to inculcate the ideologies.
Kata Kunci : Representasi, makanan, praktik makan, dan sastra anak