Laporkan Masalah

Persepsi Pengelola CSR terhadap Praktik Community Development (Studi Kasus: Bidang Humas dan CSR PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang)

Najwa Fadillah Al Munawar, Maygsi Aldian Suwandi, S.Sos., M.A.

2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang dilaksanakan tahunan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah berhasil mendorong partisipasi perusahaan untuk bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan, khususnya melalui program community development (CD) sebagai Corporate Social Responsibility (CSR). Pelaksanaan program CD dalam kerangka CSR menjadi strategi penting perusahaan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di masyarakat. Namun demikian, keberhasilan program CD sangat dipengaruhi oleh persepsi para pengelola CSR terhadap praktik pemberdayaan masyarakat. Persepsi ini mempengaruhi keputusan-keputusan pengelola CSR dalam implementasi CD di lapangan.

 Penelitian skripsi karya berbasis magang ini dilakukan oleh penulis dengan menggunakan konsep Persepsi dan CD sebagai CSR untuk dasar analisis. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap lima informan yang bertugas sebagai pengelola CSR di PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang. Teknik analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola-pola persepsi dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat.

 Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik CD di PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang telah berkembang sejak lama dan menunjukkan keseriusan dengan adanya CSR sebagai bagian dari aktivitas Divisi Keamanan dan Humas. Persepsi pengelola CSR terhadap prinsip pemberdayaan sangat bervariasi, namun saling melengkapi. Persepsi informan terhadap CD terdiri dari komponen kognitif, afektif, dan konatif. Dalam komponen kognitif CD dipandang sebagai  proses, metode, program, dan gerakan untuk memenuhi dua tujuan, yaitu tujuan untuk perusahaan dan tujuan untuk masyarakat sesuai dengan tipologi CD menurut Sanders. Komponen afektif menyatakan bahwa CD dipersepsikan positif secara keseluruhan, namun ditemukan persepsi negatif dalam ketimpangan antar aktor CD. Selain itu, dalam komponen konatif, kelima informan sepakat bahwa prinsip paling penting dalam implementasi CD adalah ketepatan metode dan jelasnya tujuan. Penelitian ini menegaskan pentingnya membangun kesadaran kritis di kalangan pengelola CSR agar CD yang dilakukan perusahaan tidak sebatas menjadi program dengan tahapan dan indikator tertentu, tetapi benar-benar menjadi instrumen transformasi sosial yang berpihak pada masyarakat dalam mendukung tujuan jangka panjang perusahaan. 

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER), conducted annually by the Ministry of Environment and Forestry (KLHK), has successfully encouraged companies to take social and environmental responsibility, particularly through community development (CD) programs as part of Corporate Social Responsibility (CSR). The implementation of CD within the CSR framework has become a key strategy for promoting sustainable development in communities. However, the success of CD programs is strongly influenced by the perceptions of CSR managers regarding community empowerment practices. These perceptions shape their decision-making in the field.


This internship-based undergraduate research applies the concepts of Perception and Community Development as CSR for analytical grounding. A descriptive qualitative approach was used, with data collected through in-depth interviews with five CSR managers at PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang. Thematic analysis was employed to identify patterns of perception in implementing community empowerment principles.


The findings reveal that CD practices at PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang have been long-established and are integrated within the activities of the Security and Public Relations Division, reflecting the company’s commitment. CSR managers’ perceptions of empowerment principles vary but are complementary. Their perceptions encompass cognitive, affective, and conative components. Cognitively, CD is perceived as a process, method, program, and movement aimed at fulfilling both corporate and community goals, in line with Sanders’ CD typology. Affectively, CD is viewed positively overall, although concerns were raised about disparities among CD actors. Conatively, all five informants agreed that the most critical principles for CD implementation are method accuracy and clear objectives. This study highlights the importance of cultivating critical awareness among CSR managers to ensure CD serves not only as a procedural program with specific stages and indicators but also as a transformative instrument that genuinely empowers communities while aligning with the company’s long-term goals.

Kata Kunci : Community Development, Persepsi, PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang.

  1. S1-2025-482912-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482912-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482912-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482912-title.pdf