Studi Pengaruh Substitusi Agregat Electric Arc Furnace Slag pada Beton Kuat Lentur 4 MPa terhadap Perilaku Termal dan Skid Resistance untuk Perkerasan Kaku
Saiful Wasiim Maisaan, Ir. Suprapto Siswosukarto, Ph.D., IPM.
2025 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Perkembangan teknologi dan
industri masa kini cenderung mempengaruhi adanya limbah yang berdampak pada
lingkungan. Hal tersebut juga dialami oleh industri baja yang menghasilkan
limbah berupa steel slag. Selain itu, perkembangan teknologi dan
industri memberikan dampak berupa pemanasan global yang berpengaruh pada suhu
rata-rata tahunan. Urban Heat Island (UHI) merupakan salah satu dampak
pemanasan global di perkotaan. Di sisi lain, penggunaan klinker sebagai bahan
baku pembuatan semen perlu dikurangi. Oleh karena itu, penelitian dilakukan
dengan memanfaatkan limbah steel slag sebagai agregat pada beton dan
penggunaan Portland Composite Cement (PCC) yang ramah lingkungan.
Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pengaruh agregat Electric Arc Furnace Slag (EAFS)
pada beton kuat lentur 4 MPa terhadap perilaku termal dan skid resistance
untuk perkerasan kaku. Benda uji divariasikan berdasarkan kandungan EAFS dengan
persentase 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Penelitian dilaksanakan mulai dari
pengujian karakteristik agregat, konduktivitas termal, skid resistance,
hingga heating-cooling benda uji. Pengujian konduktivitas termal
dilakukan menggunakan alat Quick Thermal Conductivity Meter-500,
sedangkan pengujian ketahanan terhadap selip (skid resistance)
menggunakan British Pendulum Tester. Pengujian terhadap siklus pemanasan
dan pendinginan (heating-cooling) dilakukan menggunakan alat heating
box.
Hasil pengujian
konduktivitas termal menunjukkan peningkatan seiring dengan bertambahnya
agregat EAFS. Nilai konduktivitas termal optimum terdapat pada benda uji EAFS75
sebesar 1,48 W/mK dan mengalami penurunan pada EAFS100. Pengujian skid
resistance menunjukkan kenaikan nilai British Pendulum Number (BPN)
seiring bertambahnya agregat EAFS. Nilai BPN optimum terdapat pada benda uji
EAFS75 sebesar 88,1 dan mengalami penurunan pada EAFS100. Pengujian heating-cooling
benda uji menunjukkan EAFS75 mengalami perubahan temperatur paling stabil,
sedangkan benda uji EAFS0 mengalami perubahan temperatur paling besar.
Substitusi agregat EAFS dapat menurunkan gradien temperatur pada penampang
perkerasan kaku. Selain itu, beton EAFS mampu
mengurangi efek UHI di siang hari, tetapi perlu diperhatikan pelepasan panas
pada malam hari.
Modern technological
and industrial advancements often lead to waste generation that impacts the
environment. The steel industry, for instance, produces steel slag as a
significant waste product. Simultaneously, these advancements contribute to
global warming, which affects the average annual temperature. Urban Heat Island
(UHI) is a direct consequence of global warming in urban areas. Furthermore,
there's a growing need to reduce the use of clinker in cement production. This
research addresses these concerns by utilizing steel slag as an aggregate in
concrete and employing environmentally friendly Portland Composite Cement
(PCC).
This study aims to
analyze the effect of Electric Arc Furnace Slag (EAFS) aggregate on the thermal
behavior and skid resistance of 4 MPa flexural strength concrete for rigid
pavements. Specimens were varied with EAFS contents of 0%, 25%, 50%, 75%, and
100%. The research involved characterization of aggregates, thermal
conductivity testing, skid resistance testing, and heating-cooling cycles of
the specimens. Thermal conductivity was measured using a Quick Thermal
Conductivity Meter-500, while skid resistance was assessed with a British
Pendulum Tester. Heating-cooling cycles were performed using a heating box.
Thermal conductivity
test results show an increase with higher EAFS aggregate content. The optimum
thermal conductivity value of 1.48 W/mK was observed in the EAFS75 specimen,
with a decrease at EAFS100. Skid resistance testing indicated an increase in British
Pendulum Number (BPN) as EAFS aggregate increased. The optimum BPN value of
88.1 was found in the EAFS75 specimen, with a decrease at EAFS100.
Heating-cooling tests revealed that EAFS75 exhibited the most stable
temperature changes, while EAFS0 showed the largest temperature variations.
EAFS aggregate substitution can reduce the temperature gradient in rigid
pavement cross-sections. Additionally, EAFS concrete can mitigate the UHI
effect during the day, though heat release at night requires consideration.
Kata Kunci : konduktivitas termal, perkerasan kaku, portland composite cement, skid resistance, steel slag