Laporkan Masalah

‘Kami Mampu Berdiri Meski Tanpa Kaki’: Kelebihan Dan Kelemahan Program Pemberdayaan Penyandang Difabel Melalui Program Gerakan Tampil Beda

Siti Putri Lestari, Dr. Realisa Darathea Masardi, S.Ant., M.A.

2025 | Tesis | S2 Antropologi

Penyandang difabel dalam sektor pekerjaan masih menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pihak, yakni penyandang difabel sendiri, pemilik modal dan juga pemerintah. Sehingga muncul berbagai pemberdayaan melalui sektor informal yang dianggap sebagai alternatif untuk memberdayakan mereka, tujuannya agar penyandang difabel mampu berdaya dan mandiri secara finansial yang merupakan bagian dari hak-hak dasar mereka. Salah satunya Gerakan Tampil Beda (GTB) yang membranding diri sebagai pemberdaya penyandang difabel melalui produksi textile art. GTB ini mengusung nilai-nilai inklusi dengan menghadirkan dan menonjolkan penyandang difabel dalam program kerjanya. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk menggali inisiatif-inisiatif pemberdayaan yang dilakukan Gerakan Tampil Beda (GTB) dan respon dari penyandang difabel terhadap inisiatif tersebut. Serta bagaimana meningkatkan program pemberdayaan ini. Dengan menggunakan metode penelitian etnografi dan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan, wawancara semi struktural, dokumentasi dan kajian pustaka. Kerangka berpikir utama yang digunakan meliputi hak-hak penyandang difabel yang mengacu pada prinsip-prinsip Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD) sebagai acuan mengkaji pemenuhan hak-hak difabel dalam program kerja GTB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inisiatif pemberdayaan di GTB merupakan sebuah program yang berupa penghadiran langsung penyandang difabel secara fiisk dan simbolik, yang direspon oleh penyandang difabel dengan sangat positif. Namun, Program kerja GTB belum sepenuhnya mampu memenuhi hak-hak penyandang difabel, yang disebabkan oleh minimnya pemahaman tentang hak-hak tersebut, baik dari pihak GTB maupun dari difabel sendiri sehingga diperlukan pengoptimakan program dengan melihat pada hak-hak mereka sebagai upaya menciptakan pekerjaan yang inklusi.

People with disabilities in the employment sector are still a challenge for various parties. Therefore, various empowerments have emerged that are considered as alternatives so that people with disabilities can be financially independent, which is part of their basic rights. One of them is Gerakan Tampil Beda (GTB) which empowers people with disabilities through textile art production by carrying inclusive values and presenting people with disabilities in various work programs. This research aims to explore empowerment initiatives undertaken by GTB , the responses of people with disabilities to these initiatives, and how to improve this empowerment program. This study uses ethnographic methods with participant observation techniques, semi-structured interviews, documentation, and literature reviews. The main framework used includes the rights of persons with disabilities which refers to the principles of the Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD) as a reference for assessing the fulfillment of the rights of persons with disabilities in the GTB work program. The research results show that the empowerment initiative at GTB is a program that involves the direct presence of people with disabilities, both physically and symbolically, and has been responded to very positively by those with disabilities. However, GTB's work program has not been able to fully fulfill the rights of people with disabilities due to a lack of understanding of these rights, which is caused by the lack of understanding of these rights. Therefore, program optimization is needed by considering their rights as an effort to create inclusive jobs.

Kata Kunci : Penyandang Difabel, Hak-Hak Penyandang Difabel, Pemberdayaan, Pekerjaan Inklusi

  1. S2-2025-513579-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513579-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513579-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513579-title.pdf