LARANGAN PERJALANAN AMERIKA DENGAN PERSPEKTIF TRANSNASIONAL: ANALISIS PEMBINGKAIAN BERITA
Aldila Zulfa Nur Aulia, Dr. Aris Munandar, M.Hum
2025 | Tesis | MAGISTER PENGKAJIAN AMERIKA
Pengaruh global Amerika yang menurun telah mendorong Presiden Trump untuk menghidupkan kembali slogan nasionalis seperti Make America Great dan America First. Pergeseran ini sering dikaitkan dengan ideologi supremasi kulit putih dan eksklusi rasial, yang tercermin dalam kebijakan travel ban yang kontroversial. Berakar pada retorika anti-muslim dan anti-imigran, kebijakan tersebut menuai tanggapan keras dari media domestik dan internasional, termasuk dari media timur tengah. Tanggapan ini diungkapkan melalui pembingkaian media, baik yang mendukung maupun menentang kebijakan tersebut.
Penelitian kualitatif ini mengeksplorasi dampak sosial yang ditekankan dalam liputan media timur tengah dan menyelidiki alasan dibalik pembingkaian negative mereka terhadap pemerintahan Trump. Dengan menggunakan kerangka studi amerika transnasional, studi ini menempatkan larangan perjalanan sebagai wacana global yang lebih luas tentang kebijakan luar negeri AS, dengan fokus pada perintah eksekutif No. 13769, 13780, 13815. Sebanyak 21 artikel berita diantaranya sepuluh dari Al Jazeera, lima dari Al Arabiya dan enam dari Arab News dianalisis menggunakan teori framing Robert Entman.
Hasil penelitian mengungkapkan dua kategori dampak sosial. Pertama, dampak sosial personal seperti penundaan pernikahan, pengungsi mencari fasilitas kesehatan, mahasiswa internasional terlantar, kejahatan kebencian dan pemisahan terhadap anggota keluarga. Kedua, dampak sosial secara umum, seperti meningkatkan islamophobia dan reaksi negatif masyarakat. Alasan dibalik pembingkaian media timur tengah terhadap pemerintahan Trump tercermin dalam analisis mereka terhadap implementasi dan evaluasi kebijakan ini. Selama proses implementasi, pemerintahan Trump gagal memberikan informasi yang memadai kepada publik, menegakkan kebijakan yang represif, dan meninjukkan inkonsistensi melalui berbagai perubahan. Dalam proses evaluasi, pemerintahan Trump dikritik karena mempertahankan substansi inti yang sama dalam kebijakan yang direvisi, menanggapi kritik dengan buruk dan mengabaikan putusan pengadilan sebelumnya yang semakin memperburuk dampak kebijakan tersebut.
Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan bahwa media timur tengah memandang larangan perjalanan sebagai cerminan dari masalah sistemik yang lebih mendalam dalam pemerintahan Trump, khususnya dalam tata kelola, implementasi, dan hak asasi manusia.
America's global influence has prompted President Trump to revive nationalist slogans such as Make America Great Again and America First. This shift has often associated with white supremacy and racial exclusion, which were reflected in the controversial travel ban policy. Rooted in anti-Muslim and anti-immigrant rhetoric, the policy drew strong responses from both domestic and international media, including those in Middle East. These responses were expressed through media framing, either supporting or opposing the policy.
This qualitative research explores the social impacts emphasized in Middle Eastern media coverage and investigates the reasons behind their negative framing of the Trump administration. Using a transnational American Studies framework, the study situates the travel ban within a broader global discourse on U. S. foreign policy, focusing on Executive Orders No. 13769, 13780, and 13815. A total of 21 news articles ten from Al Jazeera, five from Al Arabiya, and six from Arab News were analyzed using Robert Entman's framing theory.
The findings reveal two categories of social impact. The first is personal social impacts such as postponed marriages, health seeking-refugee, stranded international students, hate crimes, and family separations. The second is public social impacts, such as the rise in islamophobia and community backlash. The reasons behind the Middle Eastern media's negative framing of the Trump administration are reflected in their analysis of the travel ban policy's implementation and evaluation. During implementation, the administration failed to properly inform the public, enforced the policy in a repressive manner, and showed inconsistency through multiple changes. In the evaluation process, the administration was criticized for keeping the same core substance in the revised policy, responding poorly to criticism, and ignoring previous court rulings further worsening the policy's impact.
Overall, the study shows that Middle Eastern media viewed the travel ban as a reflection of deeper systematic issues within the Trump administration, particularly related to governance, transparency, and human rights.
Kata Kunci : Travel Ban, Executive Order, Framing Analysis, Middle Eastern Media, Transnational American Studies