Estimasi Umur Layanan Waduk Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo
Rey Pingkan Pradita, Prof. Dr. Slamet Suprayogi, M. S.
2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Waduk Wadaslintang memiliki manfaat untuk kegiatan irigasi, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), penyedia air bersih, dan pengendali banjir. Waduk ini menjadi salah satu penyangga kebutuhan air masyarakat sekitar. Peran penting Waduk Wadaslintang tersebut perlu didukung oleh pengelolaan waduk yang baik, salah satunya dengan pengendalian sedimen. Tujuan penelitian ini yaitu (1) menganalisis kedalaman Waduk Wadaslintang melalui peta batimetri sebagai dasar evaluasi kapasitas tampungan waduk, (2) menghitung laju sedimentasi tahunan di Waduk Wadaslintang, dan (3) memperkirakan umur layanan Waduk Wadaslintang berdasarkan laju sedimentasi yang terjadi.
Sedimentasi di Waduk Wadaslintang dapat diketahui dengan metode pengukuran kedalaman waduk melalui pemeruman atau echosounding. Data kedalaman waduk digunakan untuk membuat Peta Batimetri menggunakan metode interpolasi Empirical Bayesians Kriging. Hasil interpolasi kedalaman waduk tersebut digunakan untuk menghitung luas genangan, volume tampungan, laju sedimentasi dan estimasi umur layanan Waduk Wadaslintang.
Volume tampungan mati Waduk Wadaslintang pada tahun 2019 sebesar 26.643.092,26 m3, sedangkan tahun 2024 sebesar 244.374.86,2 m3. Selisih tampungan merupakan jumlah volume sedimen dari tahun 2019-2024 yaitu sebanyak 2.205.606,06 m3, sehingga diperoleh laju sedimentasi Waduk Wadaslintang sebesar 441.121,21 m3/tahun. Besarnya laju sedimentasi tersebut mengakibatkan sisa umur layanan waduk menjadi 55,4 tahun atau berakhir di tahun 2085. Umur layanan waduk berkurang selama 2 tahun dari prediksi awal pembangunan yang diperkirakan akan berakhir di tahun 2087.
The Wadaslintang Reservoir serves multiple essential functions, including irrigation support, hydroelectric power generation (PLTA), provision of clean water, and flood mitigation. As a key water source for surrounding communities, its sustainability necessitates effective reservoir management, particularly with regard to sedimentation control. The objectives of this study are to (1) analyze the depth profile of the Wadaslintang Reservoir using bathymetric mapping as a basis for evaluating storage capacity, (2) calculate the annual sedimentation rate, and (3) estimate the remaining service life of the reservoir based on sedimentation.
Sedimentation rates in the reservoir were determined through bathymetric surveys utilizing depth sounding (echosounding) techniques. The depth data acquired were processed to generate a bathymetric map using the Empirical Bayesian Kriging interpolation method. The resulting bathymetric model was subsequently employed to derive key parameters, including inundation area, storage volume, annual sediment yield, and projected service life.
The dead storage volume of the Wadaslintang Reservoir was recorded at 26.643.092,26 m³ in 2019, decreasing to 24.437.486,2 m³ in 2024. This reduction corresponds to an accumulated sediment volume of 2.205.606,06 m³ over a five-year period. Accordingly, the annual sedimentation rate is estimated at 441.121,21 m³/year. Given this sedimentation rate, the remaining service life of the reservoir is projected to be approximately 55,4 years, indicating that the reservoir will reach its sedimentation capacity limit by the year 2085. This represents a reduction of two years compared to the original design estimate, which projected the end of service life in 2087.
Kata Kunci : Waduk Wadaslintang, pemeruman, peta batimetri, laju sedimentasi, umur layanan waduk / Wadaslintang Reservoir, bathymetric survey, bathymetric mapping, sedimentation rate, reservoir service life