Hubungan Penyebab dengan Tingkat Kecemasan Dental Terhadap Perawatan Gigi Tiruan Lepasan (Kajian di RSGM UGM Prof. Soedomo)
Berlian Prasasti Millaila Hamboroputri, drg. Intan Ruspita, M.Kes., Ph.D., Sp.Pros(K); drg. Adella Syvia Maharani, MDSc., Sp.Pros
2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Kehilangan gigi (edentulous) pada lansia dapat mengganggu fungsi mulut dan estetika pada wajah, sehingga lansia memerlukan perawatan gigi tiruan yaitu gigi tiruan lepasan. Namun, proses perawatan ini sering menimbulkan kecemasan dental, yang dapat memengaruhi keberhasilan terapi. Kecemasan dental selama perawatan gigi tiruan lepasan dapat diukur menggunakan instrumen kuesioner Corah Dental Anxiety Scale (CDAS). Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji hubungan antara faktor risiko (usia, jenis gigi tiruan, dan penyebab kecemasan) dengan tingkat kecemasan dental terhadap perawatan gigi tiruan lepasan pada lansia di RSGM UGM Prof. Soedomo.
Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional yang melibatkan 34 pasien lansia di RSGM UGM Prof. Soedomo. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kertas yang berisi informed consent, data diri, kuesioner Corah Dental Anxiety Scale (CDAS) dan kuesioner Evaluation of Anxiety in Denture Patients untuk menilai penyebab kecemasan dental. Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho pada p<0>
Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecemasan dental terhadap perawatan gigi tiruan lepasan pada lansia di RSGM UGM Prof. Soedomo sebanyak 73,5% memiliki nilai tingkat kecemasan yang rendah. Selain itu, faktor yang paling berhubungan secara signifikan terhadap tingkat kecemasan dental pada lansia ketika melakukan perawatan gigi tiruan lepasan adalah merasa cemas ketika mengunjungi dokter gigi, kategori gigi tiruan lepasan, cemas ketika akan menggunakan gigi tiruan lepasan, dan cemas ketika berada di ruang perawatan gigi (p<0>dental pasien lansia terhadap perawatan gigi tiruan lepasan sebagian besar berada dalam kategori rendah, dan terdapat faktor yang berhubungan secara signifikan terhadap tingkat kecemasan dental dengan penyebab kecemasan.
Tooth loss (edentulous) in the elderly can interfere with oral function and facial aesthetics, thereby necessitating denture treatment in the form of removable dentures. However, this treatment process often triggers dental anxiety, which may affect the success of therapy. Dental anxiety during removable denture treatment can be measured using the Corah Dental Anxiety Scale (CDAS) questionnaire. This study aimed to assess the relationship between risk factors (age, type of dentures, and causes of anxiety) and the level of dental anxiety among elderly patients at RSGM UGM Prof. Soedomo regarding removable denture treatment.
This research employed a cross-sectional method involving 34 elderly patients at RSGM UGM Prof. Soedomo. Data collection was conducted using forms containing informed consent, personal data, the Corah Dental Anxiety Scale (CDAS) questionnaire, and the Evaluation of Anxiety in Denture Patients questionnaire to identify the causes of dental anxiety. Data were analyzed using the Spearman’s rho test with a significance level of p<0>
The results showed that 73.5% of elderly patients at RSGM UGM Prof. Soedomo had low levels of dental anxiety toward removable denture treatment. Moreover, factors significantly associated with dental anxiety levels during removable denture treatment in the elderly included feeling anxious when visiting the dentist, the type of removable denture used, anxiety about wearing removable dentures, and anxiety when being in the dental treatment room (p<0>
Kata Kunci : Kehilangan gigi, Gigi tiruan lepasan, Kecemasan dental, Corah Dental Anxiety Scale (CDAS)