Laporkan Masalah

Analisis Kontrastif Negasi Bahasa Jepang dengan Bahasa Indonesia

Dini Maulia, Dr. Tatang Hariri, M.A; Dr. Y. Tri Mastoyo, M.Hum.

2025 | Disertasi | S3 Ilmu-ilmu Humaniora

Penelitian ini merupakan analisis kontrastif yang membandingkan sistem negasi bahasa Jepang dengan bahasa Indonesia. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga, yaitu perbandingan wujud penanda negasi bahasa Jepang dan bahasa Indonesia, perbandingan struktur negasi bahasa Jepang dan bahasa Indonesia, serta faktor-faktor yang menyebabkan persamaan dan perbedaan karakteristik negasi bahasa Jepang dan bahasa Indonesia. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah piranti korpus kotonoha dan sketch engine. Laman sketch engine yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indonesian Web (IndonesianWac) dan Indonesian Web 2024 (idTenTen24). Analisis kontrastif yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kontrastif teoretis. Tahapan analisis data meliputi description, juxtaposition, dan comparison. Untuk menguraikan perbandingan struktur negasi di antara bahasa Jepang dan bahasa Indonesia digunakan teori X-bar yang merupakan bagian dari teori tatabahasa generatif.
Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa persamaan karakteristik negasi di antara bahasa Jepang dan bahasa Indonesia dapat dilihat dari wujud penanda negasi afiksal, posisi simpul negasi, relasi negasi terhadap diatesis, aspek, modalitas, subjek, dan objek dalam klausa, serta pembentuk konstruksi modalitas. Kemudian, perbedaan karakteristik negasi bahasa Jepang dan bahasa Indonesia dapat dilihat dari wujud penanda negasi afiksal, kategori negasi sentensial, proses morfologis pada negasi sentensial, relasi negasi sentensial terhadap kala dan adverbia, serta perpindahan simpul dalam struktur pengingkaran. Persamaan serta perbedaan karakteristik sistem negasi di antara kedua bahasa dipengaruhi empat faktor berikut, yaitu: 1) negasi sebagai fitur gramatikal universal, 2) tipologi bahasa, 3) kategori penanda negasi, dan 4) sistem kala.

This study is a contrastive analysis comparing the negation systems of Japanese and Indonesian. The research addresses three research questions: (1) the comparison of forms of negation markers in Japanese and Indonesian, (2) the structures comparison of negation in Japanese and Indonesian, and (3) the factors underlying the similarities and differences in the characteristics of negation in Japanese and Indonesian. The data sources for this research are the Kotonoha corpus and the Sketch Engine platform. The specific corpora used from Sketch Engine include the Indonesian Web (IndonesianWac) and Indonesian Web 2024 (idTenTen24). The contrastive analysis employed in this study is theoretical contrastive analysis. The analysis follows a theoretical contrastive framework and proceeds through three stages: description, juxtaposition, and comparison. To examine the structural aspects of negation, the study employs X-bar theory, a component of generative grammar.

The findings indicate that the similarities in the characteristics of negation between Japanese and Indonesian are evident in the forms of affixal negation markers, the syntactic position of negation nodes, and the grammatical relations between negation and voice, aspect, modality, subject, object, and the formation of modal constructions. In contrast, the differences lie in the form of affixal negation markers, the categorization and morphological processes of sentential negation, the grammatical relations between negation, tense and adverbials, and the syntactic movement of negation nodes. These similarities and differences are influenced by four key factors: (1) the notion of negation as a universal grammatical category, (2) language typology, (3) the word class of negation markers, and (4) the tense system.

Kata Kunci : analisis kontrastif, negasi, persamaan, perbedaan, bahasa Jepang, bahasa Indonesia

  1. S3-2025-476085-abstract.pdf  
  2. S3-2025-476085-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-476085-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-476085-title.pdf