Laporkan Masalah

EFEK BERKUMUR EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus K.) 5% TERHADAP STATUS GINGIVA PADA PENDERITA GINGIVITIS KATEGORI SEDANG

Annisa Nurul Fadhilah, Prof. Dr. drg. Regina TC. Tandelilin, M.Sc, PBO. ; Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO.

2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI

INTISARI

Gingivitis merupakan penyakit periodontal yang ditandai peradangan pada gingiva akibat akumulasi plak yang mengandung bakteri sebagai komponen utamanya. Secara klinis, gingiva yang mengalami peradangan tampak kemerahan, berkilau, bertekstur lunak, bengkak dan mengalami perdarahan saat probing. Daun kenikir (Cosmos caudatus K.) memiliki kandungan flavonoid, tanin, dan asam fenolik yang bersifat antibakteri dan antioksidan, dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek berkumur ekstrak daun kenikir 5% terhadap status gingiva pada penderita gingivitis kategori sedang.

Tiga puluh subjek berusia 20-24 tahun dengan status gingivitis kategori sedang dibagi acak untuk 10 orang berkumur dengan larutan ekstrak daun kenikir 5%, dan 10 orang dengan obat kumur chlorhexidine 0,1%, serta 10 orang tidak menggunakan bahan kumur selama 5 hari berturut-turut. Subjek dinilai Simplified Oral Hygiene (OHI-S) dan Gingival Index (GI) pada hari ke-0 dan ke-6. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA (p<0>

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok mengalami penurunan nilai GI. Uji One-Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok terhadap status GI. Skor OHI-S  menunjukkan korelasi positif yang kuat terhadap skor GI, menegaskan bahwa kebersihan rongga mulut merupakan determinan penting dalam pengendalian gingivitis. Kesimpulan penelitian ini adalah berkumur dengan ekstrak daun kenikir 5%, secara bermakna setara dengan chlorhexidine 0,1% maupun hanya scaling terhadap status Gingival Index (GI).

ABSTRACT

Gingivitis is a periodontal disease characterized by inflammation of the gingiva due to plaque buildup containing bacteria as its main component. Clinically, inflamed gingiva appears reddish, shiny, soft in texture, swollen and bleeds upon probing. Cosmos caudatus K. leaves contain flavonoids, tannins, and phenolic acids which are antibacterial, antioxidant, and anti-inflammatory. This study aims to determine the effect of gargling 5% cosmos leaf extract on gingival status in patients with moderate gingivitis.

Thirty subjects aged 20-24 years with moderate gingivitis status were randomly divided into 10 people gargling with 5% cosmos leaf extract solution, and 10 people with 0.1% chlorhexidine mouthwash, and 10 people not using mouthwash for 5 consecutive days. Subjects were assessed for Siplified Oral Hygiene (OHI-S) and Gingival Index (GI) on days 0 and 6. The data obtained were analyzed using the One-Way ANOVA test (p<0>

The results showed that all groups experienced a decrease in GI values. One-Way ANOVA test showed no significant difference between groups in GI status. The OHI-S score showed a strong positive correlation with the GI score, confirming that oral hygiene is an important determinant in controlling gingivitis. The conclusion of this study is that gargling with 5% kenikir leaf extract is significantly equivalent to 0.1% chlorhexidine or only scaling on the Gingival Index (GI) status.

 

Kata Kunci : Gingivitis, ekstrak daun kenikir, chlorhexidine, Gingival Index, OHI-S, berkumur, antiinflamasi

  1. S1-2025-478053-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478053-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478053-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478053-title.pdf