Laporkan Masalah

Pengaruh Limbah Padat Black Soldier Fly (BSF) terhadap Pertumbuhan Tanaman Talas dan Kelimpahan Kutu Daun (Aphis gossypii)

Isna Aprilia Chofifah, Prof. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc., Ph.D.

2025 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Pertanian berkelanjutan memerlukan pendekatan inovatif untuk meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus menjaga keseimbangan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh limbah padat Black Soldier Fly (BSF) sebagai pupuk organik terhadap parameter pertumbuhan tanaman talas (Colocasia esculenta) dan dinamika populasi kutu daun hijau (Aphis gossypii), dibandingkan dengan pupuk NPK konvensional dan kontrol tanpa pemupukan. Penelitian dilakukan di rumah kaca Universitas Yamagata, Jepang, dari Juli hingga Oktober 2024, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan (limbah padat BSF 1,3 ton/ha, NPK 0,6 ton/ha, dan kontrol tanpa pemupukan) serta lima ulangan. Parameter pertumbuhan yang diukur meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, nilai SPAD (kandungan klorofil), bobot umbi, jumlah umbi, dan luas kerusakan daun. Kelimpahan kutu daun dan luas kerusakan daun dinilai melalui penghitungan visual secara langsung dan kuantifikasi berbasis gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi limbah padat BSF secara signifikan meningkatkan beberapa parameter pertumbuhan tanaman dibandingkan dengan perlakuan kontrol dan NPK. Secara khusus, limbah padat BSF meningkatkan jumlah daun sebesar 49,6% dibandingkan kontrol (p<0>p< 0>p=0.452) dan nilai SPAD (p=0.894) tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar perlakuan, tanaman yang diberi perlakuan limbah padat BSF menunjukkan perkembangan morfologis yang lebih baik secara keseluruhan. Selain itu, aplikasi limbah padat BSF secara signifikan menurunkan populasi kutu daun sebesar 30% (p<0>

Sustainable agriculture requires innovative approaches to enhance crop productivity while maintaining ecological balance. This study investigated the effects of Black Soldier Fly (BSF) frass as an organic fertilizer on taro (Colocasia esculenta) growth parameters and cotton aphid (Aphis gossypii) population dynamics, compared to conventional NPK fertilizer and an unfertilized control. The experiment was conducted in a greenhouse setting at Yamagata University, Japan, from July to October 2024, using a completely randomized design (CRD) with three treatments (BSF frass at 1.3 tons/ha, NPK at 0.6 tons/ha, and unfertilized control) and five replications. Growth parameters measured included plant height, leaf number, SPAD value (chlorophyll content), tuber weight, number of tubers, and leaf damage area. Aphid abundance and leaf damage area were assessed through direct visual counting and image-based quantification. Results showed that BSF frass application significantly improved several plant growth parameters compared to both control and NPK treatments. Specifically, BSF frass increased leaf number by 49.6% over the control (p<0>p<0>p=0.452) and SPAD values (p=0.894) did not differ significantly across treatments, BSF frass-treated plants exhibited better overall morphological development. Furthermore, BSF frass application significantly reduced aphid populations by 30% (p<0>

Kata Kunci : Limbah padat BSF; Aphid; Pupuk organik; Pertanian berkelanjutan.

  1. S1-2025-474134-abstract.pdf  
  2. S1-2025-474134-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-474134-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-474134-title.pdf