Laporkan Masalah

Hubungan Eksistensi Benteng Cochius Gombong dan Perkembangan Kota Kolonial Gombong

Alif Daffa' Alhaq, Dr. Fahmi Prihantoro, S.S., S.H., M.A.

2025 | Skripsi | ARKEOLOGI

Benteng Cochius merupakan sebuah bangunan garnisun militer di

Gombong, sebuah kota district yang berkembang pada masa kolonial di wilayah

yang sekarang bagian dari Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Benteng ini adalah

salah satu bangunan kolonial terawal di Kota Gombong yang telah dirintis sejak

akhir Perang Diponegoro (1825-1830) dan dibangun permanen pascaperang

tersebut. Setelah dibangunnya Benteng Cochius secara permanen, Kota Gombong

mengalami banyak perkembangan elemen fisik perkotaan hingga berakhirnya

Gombong sebagai kota kolonial pada 1945.

Penelitian ini merupakan upaya untuk mengkaji perkembangan tata Kota

Gombong dan hubungan keberadaan Benteng Cochius di Kota Gombong dengan

perkembangan tata kota tersebut dalam periode tahun 1833-1945. Pendekatan

arkeologi perkotaan digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini bersifat

deskriptif analitis.

Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa perkembangan fisik Kota

Gombong memiliki pusat gravitasi perkembangan ruang yang berubah seiring

waktu dan membentuk corak tata kota yang khas sebagai kota kawedanan atau

kota district. Kemudian, hasil pengkajian ini juga menunjukkan bahwa

keberadaan Benteng Cochius dan perkembangan fisik Kota Gombong memiliki

hubungan kuat pada tahun 1833-1887 dan hubungan lemah pada 1887-1945

seiring pergeseran fungsi Benteng Cochius, dinamika aktivitas di benteng

tersebut, dan perubahan orientasi perkembangan fisik Kota Gombong dari waktu

ke waktu.

Fort Cochius is a military garrison building located in Gombong, a districtlevel town that developed during the colonial period in what is now part of

Kebumen Regency, Central Java. This fort is one of the earliest colonial structures

in Gombong City, initiated at the end of the Diponegoro War (1825–1830) and

constructed permanently after the war. Following the permanent construction of

Fort Cochius, Gombong underwent significant physical urban development until

the end of its status as a colonial town in 1945.

This study aims to examine the urban development of Gombong and the

relationship between the presence of Fort Cochius and the town’s spatial

development during the period from 1833 to 1945. The study adopts an urban

archaeological approach and is descriptive-analytical in nature.

The findings indicate that the physical development of Gombong City

experienced shifts in the spatial development center over time, shaping a distinct

urban pattern typical of a district town. Furthermore, the study reveals that Fort

Cochius had a strong influence on Gombong’s urban development between 1833

and 1887, but this connection weakened from 1887 to 1945 due to the changing

function of the fort, the dynamics of activities within it, and the shifting

orientation of the city’s physical development over time.

Kata Kunci : Benteng Cochius, Kota Gombong, kota kolonial, perkembangan kota

  1. S1-2025-478136-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478136-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478136-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478136-title.pdf