Laporkan Masalah

LEXICAL AND GRAMMATICAL TRANSFORMATIONS IN TRANSLATING WOMEN’S OBJECTIFICATION EXPRESSIONS IN THE ENGLISH NETFLIX SERIES ANNE WITH AN E INTO INDONESIAN

Widya Evayani, Prof. Dr. Sajarwa, M.Hum

2025 | Tesis | S2 Linguistik

Objektifikasi merupakan tindakan memandang perempuan sebagai objek. Dalam proses penerjemahan, penerjemah melakukan berbagai transformasi, baik secara leksikal maupun gramatikal, guna menyesuaikan makna dengan konteks budaya dalam bahasa target. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) tipe-tipe objektifikasi perempuan, (2) bentuk transformasi leksikal dan gramatikal dalam penerjemahan ungkapan objektifikasi perempuan; serta (3) implikasinya terhadap kesepadanan afektif dan representasi gender. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data berupa kata, frasa, dan/atau kalimat yang mengandung ungkapan objektifikasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe objektifikasi perempuan yang paling banyak ditemukan adalah denial of subjectivity. Sementara itu, bentuk transformasi yang paling sering digunakan pada level leksikal adalah modulasi, sedangkan pada level gramatikal adalah transposisi. Hal tersebut berdampak pada perbedaan dalam representasi ungkapan objektifikasi, terutama yang berkaitan dengan norma dan perspektif gender. Perbedaan ini menimbulkan sejumlah implikasi, antara lain: mengaburkan kekerasan simbolik, melembutkan kritik sosial pada ketidaksetaraan gender, serta memperkuat ideologi patriarki. Hal ini berpotensi menyebabkan perbedaan persepsi antara penonton bahasa sumber dan bahasa sasaran. Dengan demikian, kesepadanan afektif tidak sepenuhnya tercapai dalam penerjemahan karena adanya pergeseran nuansa yang cukup signifikan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa perbedaaan nada dan nuansa akibat transformasi leksikal dan gramatikal menunjukkan bahwa penerjemahan bukanlah proses yang netral. Sebaliknya, penerjemahan memiliki potensi untuk mereproduksi dan membentuk ulang isu-isu gender dalam bahasa sasaran. Melalui proses ini, teks terjemahan menjadi lebih dekat dengan budaya dan pemahaman masyarakat bahasa sasaran, sehingga lebih berterima dan dan mudah dipahami.

Objectification is the act of viewing women as objects. The translators perform various lexical and grammatical transformations to adapt meaning to the cultural context of the target language. This study aims to examine: (1) the types of women’s objectification; (2) the form of lexical and grammatical transformations in translating expressions of women’s objectification, and (3) their implications for affective equivalence and gender representation. This study employs a qualitative descriptive method, with data consisting of words, phrases, and/or sentences containing objectification expression. The data were analyzed using descriptive technique within a qualitative framework. The findings reveal that the most common type of objectification is denial of subjectivity. Meanwhile, the most frequently applied transformation is lexical transformation in the form of modulation, and grammatical transformation in the form of transposition.  This situation leads to differences in the representation of objectification expression, particularly in relation to gender norm and perspectives. These differences give rise to several implications, including the obscuring of symbolic violence, softening of social criticism of gender inequality, and the reinforcement of patriarchal ideology. Such implications have the potential to cause perceptual differences between source language and target language audiences. Consequently, affective equivalence is not fully achieved in translation due to significant shift in nuance. Based on these findings, it can be concluded that the differences in tone and nuance resulting from lexical and grammatical transformations indicate that translation is not a neutral process. On the contrary, translation has the potential to reproduce and reshape gender issues within the target language. Through this process, the translated text becomes more aligned with the culture and understanding of the target language audiences, thus making it more acceptable and easier to comprehend. 

Kata Kunci : transformation, translation, netflix, women objectification,

  1. S2-2025-513692-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513692-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513692-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513692-title.pdf