Keanekaragaman dan Status Konservasi Hiu yang Tertangkap di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta Utara
Mafaza Shofha Jamila, Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc
2025 | Skripsi | BIOLOGI
Ikan Hiu atau cucut termasuk dalam kelas Elasmobranchii atau ikan bertulang rawan, hiu merupakan predator tingkat atas di ekosistem laut yang berperan untuk menjaga kestabilan ekosistem dan memiliki nilai tinggi dalam pasar perikanan di Indonesia maupun dunia. Namun, terjadi penurunan angka populasi hiu di Indonesia selama beberapa dekade terakhir, hal tersebut disebabkan oleh kegiatan overfishing hiu yang ditargetkan maupun penangkapan secara tidak sengaja (bycatch). Sehingga dibutuhkan kajian ilmiah dalam konservasi dan pengelolaan sumber daya ikan yang membutuhkan data dinamika populasi beserta keanekaragaman yang akurat, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan status konservasi ikan hiu yang didaratkan di PPS Nizam Zachman, Jakarta Utara. Penelitian dilakukan di tempat pembongkaran kapal yang berada di PPS Nizam Zachman, Jakarta Utara selama periode September-Oktober 2024, metode yang digunakan pada penelitian merupakan observasi sampel secara langsung dengan pengamatan dalam aspek morfologi dan morfometrik sampel Hiu dalam keadaan tanpa kepala (Headless), serta wawancara kepada nelayan kapal, kemudian dilakukan perhitungan indeks keanekaragaman spesies dengan pendekatan Shannon-Wiener. Hasil penelitian diperoleh bahwa hiu yang tertangkap di PPS Nizam Zachman sebanyak 1403 ekor individu terdiri atas 19 spesies, dari 5 famili, dan 2 ordo berbeda. Hasil observasi terhadap status konservasi berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, hiu yang tertangkap terdiri atas Critically Endangered, Endangered, Vulnerable, Near Threatened, dan Least Concern. Analisis indeks keanekaragaman Shannon-Winner terhadap hiu yang ditangkap menunjukkan H’=2,24 yang menunjukkan bahwa keanekaragaman hiu yang tertangkap di PPS Nizam Zachman sedang. Harapan dari dilakukannya penelitian ini adalah dapat menjadi acuan dalam pengelolaan penangkapan hiu di pelabuhan.
Sharks are part of Elasmobranchii or cartilaginous fish, an apex predator in marine ecosystems that play a crucial role in maintaining ecological stability. They also hold significant value in both Indonesian and global fisheries markets. However, there has been a decline in shark populations in Indonesia over the past few decades, primarily due to overfishing—whether through targeted fishing or incidental capture (bycatch). Therefore, scientific studies on conservation and fisheries resource management are essential, requiring accurate data on population dynamics and species diversity. This study aims to assess the diversity and conservation status of sharks landed at the Nizam Zachman Ocean Fishing Port (PPS) in North Jakarta. The research was conducted at the discharge berth that located within PPS Nizam Zachman, North Jakarta, during the period of September–October 2024. The methodology involved direct observation of shark samples, focusing on morphological and morphometric aspects of headless shark specimens, as well as interviews with fishing vessel crews. Species diversity was analyzed using the Shannon-Wiener diversity index. The study found that a total of 1,403 individual sharks were landed at PPS Nizam Zachman, comprising 19 species from 5 families and 2 different orders. Based on conservation status assessments using The IUCN Red List of Threatened Species, the captured sharks were classified into categories ranging from Critically Endangered, Endangered, Vulnerable, Near Threatened, to Least Concern. The analysis of species diversity using the Shannon-Wiener index yielded a value of H’ = 2.24, indicating a moderate to high level of shark diversity at PPS Nizam Zachman. It is hoped that the findings of this research will serve as a reference for the sustainable management of shark fisheries at the port.
Kata Kunci : KATA KUNCI: Hiu, Headless, Keanekaragaman, Morfometri, Status Konservasi.