SEMANTIC INTENSIFICATION ON TRANSLATION OF SEXISM EXPRESSION IN THE NOVEL THE 19TH WIFE
Diajeng Nilam Sari, Prof.Dr. Sajarwa
2025 | Tesis | S2 Linguistik
Intensifikasi
dalam ungkapan seksisme merupakan salah satu strategi dalam penerjemahan yang
menghasilkan suatu kesan baru yang lebih kuat yang berkaitan dengan upaya untuk
merendahkan wanita. Penerapan intensifikasi dalam penerjemahan berkaitan ideologi dari seorang penerjemah yang
berperan penting terhadap hasil penerjemahannya. Berangkat dari fenomena
kebahasaan tersebut, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bentuk-bentuk
ungkapan seksisme serta intensifikasi yang terjadi dalam penerjemahan novel The
19th Wife yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Istri
Ke-19. Metode yang diaplikasikan dalam penelitian ini ialah deskriptif
kualitatif dengan menggunakan teknik komparatif. Data dalam penelitian ini
berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang termasuk dalam kategori ungkapan
seksisme pada novel The 19th Wife dan Istri Ke-19. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat seksime yang berkaitan dengan stereotipe
dan seksisme yang berkaitan dengan bagaimana gender direpresentasikan dalam
bahasa. Selanjutnya ditemukan bahwa dalam penerjemahan ungkapan seksisme
terjadi intensifikasi yang memiliki dampak pada kesepadanan makna secara luas.
Dari perubahan makna tersebut, terdapat beberapa ungkapan seksime yang
mengalami intensifikasi menyebabkan distorsi makna yang dapat menciptakan
pengaruh yang tidak baik terhadap pembaca pada terjemahan novel The 19th
Wife. Penggunakan intensifikasi dalam penerjemahan ungkapan seksisme menegaskan
bahwa latar belakang gender penerjemah berpengaruh pada ideologi serta konteks
bahasa sasaran. Penelitian ini sekaligus membuktikan bahwa intensifikasi
penerjemahan dalam ungkapan seksisme berbanding terbalik dengan tujuan dari
penerjemahan yang berusaha untuk menentukan padanan bahasa sumber yang paling
mendekati dengan bahasa sasaran.
Intensification in the expression of sexism is one of the strategies in translation that produces a new and stronger impression related to the attempt to demean women. The application of intensification in translation is related to the ideology of the translator, which plays an important role in the translation result. Departing from this linguistic phenomenon, this study aims to find out the forms of sexism expressions as well as the intensification that occurs in the translation of the novel The 19th Wife which is translated into Indonesian into 19th Wife. The method applied in this research is descriptive qualitative by using comparative technique. The data in this study are words, phrases, clauses, and sentences that belong to the category of sexism expressions in the novels The 19th Wife and Istri Ke-19. The results show that there is sexism related to stereotypes and sexism related to how gender is represented in language. Furthermore, it is found that in the translation of sexist expressions, intensification occurs which has an impact on the equivalence of meaning in a broad sense. From the change of meaning, there are some sexism expressions that experience intensification causing distortion of meaning that can create a bad influence on readers in the translation of The 19th Wife. The use of intensification in the translation of sexist expressions confirms that the gender background of the translator affects the ideology and context of the target language. This study also proves that the intensification of translation in sexist expressions is inversely proportional to the purpose of translation, which is to determine the closest equivalent of the source language to the target language.
Kata Kunci : Intensification, Sexism Expression, Translation, The 19th Wife, Istri Ke-19