Kinerja Induk Anjing Poodle Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Annisa Titi Rahmah Rahardyaning, Ir. Hamdani Maulana, S.Pt., M.Sc., IPP
2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Anjing poodle merupakan hewan peliharaan dengan tampilan unik dan cerdas sehingga populer di kalangan pecinta hewan serta berpotensi sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja induk anjing poodle di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini melibatkan 5 orang breeder sebagai responden dan 27 data recording reprodksi induk anjing poodle serta dilaksanakan pada Desember 2024–Maret 2025. Data yang diambil meliputi karakteristik peternak, sistem pemeliharaan dan kinerja induk. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar breeder berumur 30-49 tahun, mempunyai tingkat pendidikan terakhir sarjana, mempunyai ternak 11-20 ekor anjing dan berpengalaman beternak lebih dari 5 tahun. Pekerjaan utama breeder adalah wirausaha, dan sebagian besar melakukan kegiatan ini sebagai kesenangan. Anjing dipelihara dengan dikandangkan, dan sebagian besar dikandangkan secara individual. Semua dikawinkan secara alami, dengan sistem perkawinan sebagian besar secara mandiri dengan asal pejantan milik sendiri. Pakan yang diberikan berupa pellet, dengan pakan tambahan berupa ayam atau telur dan diberikan sebagian besar dua kali sehari. Rata-rata PPE dan PPM adalah 0,380,13 tahun, dengan rata-rata interval kelahiran 0,600,13 tahun. Rata-rata service per conception adalah 2 dengan litter size 3,241,05 ekor. Rata-rata mortalitas prasapih adalah 0%. Rata-rata IRI adalah 5,612,51 anak/ induk/ tahun.
Poodles are pets known for their distinctive and intelligent appearance, which makes them popular among animal lovers and presents potential as a promising business opportunity. This study aimed to evaluate the reproductive performance of female Poodles in the Special Region of Yogyakarta Province. The study involved five breeders as respondents and utilized 27 reproductive data records of poodle dam, conducted from December 2024 to February 2025. Data collected included breeder characteristics, management systems, and dam performance. Data were obtained through interviews and direct field observations and analyzed using descriptive quantitative methods. The results showed that most breeders were between 30 and 49 years old, had attained college-level education, owned 11 to 20 dogs, and had over five years of breeding experience. Their primary occupation was entrepreneurship, and most engaged in dog breeding as a hobby. The dogs were kept in kennels, predominantly housed individually. All matings were conducted naturally, with most breeders using their own male dogs. The dogs were primarily fed commercial pellets, supplemented with additional foods such as chicken or eggs, typically given twice daily. The average postpartum estrus period (PPE) and postpartum mating period (PPM) was 0.380.13 year, with an average birth interval of 0.600.13 year. The average number of services per conception was 2, with a mean litter size of 3.24 ± 1.05 puppies. The average pre-weaning mortality rate was 0%. The individual reproductive index (IRI) averaged 5.61 ± 2.51 puppies per dam per year.
Kata Kunci : Anjing Poodle, Karakterisrik Breeder, Kennel, Kinerja Induk, Sistem Pemeliharaan