Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat Kalurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman Dalam Menghadapi Risiko Bencana Longsor
Daffa Andhika Haridhwan, Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Si.
2025 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH
Kalurahan Sambirejo di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, merupakan wilayah dengan tingkat risiko longsor yang cukup tinggi akibat kondisi geomorfologis berupa perbukitan curam dan curah hujannya yang tinggi. BPBD Kabupaten Sleman mencatat bahwa hampir setiap tahunnya Kalurahan Sambirejo mengalami bencana longsor yang menyebabkan kerugian baik materiil maupun non-materiil. Dalam hal ini kesiapsiagaan menjadi aspek penting yang dapat mengurangi risiko bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat Kalurahan Sambirejo dalam menghadapi bencana longsor dan merumuskan strategi serta rekomendasi kebijakan untuk mengurangi risiko longsor dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi (mixed methods). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif statistik untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi dan rekomendasi kebijakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kalurahan Sambirejo berada dalam kategori risiko rendah hingga tinggi. Indeks kesiapsiagaan masyarakat menunjukkan angka sebesar 67,38 yang masuk dalam kategori “siap”. Secara umum masyarakat mengetahui tindakan yang tepat sebelum dan sesudah terjadinya bencana longsor. Analisis SWOT menghasilkan tiga pendekatan strategi utama: (1) pada tingkat masyarakat, strategi diarahkan pada penguatan literasi kebencanaan, pengaktifan kelompok siaga dusun, dan pelatihan pertolongan pertama; (2) di tingkat pemerintah desa, strategi meliputi integrasi kebijakan kebencanaan ke dalam perencanaan desa, pengadaan fasilitas evakuasi, serta penguatan Forum PRB; dan (3) untuk stakeholder eksternal, strategi berfokus pada dukungan teknis, peningkatan kapasitas melalui kolaborasi lintas sektor, serta perluasan cakupan sistem peringatan dini. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu meningkatkan ketangguhan masyarakat secara berkelanjutan dalam menghadapi bencana tanah longsor.
Sambirejo Village, located in Prambanan Sub-district, Sleman Regency, is an area with a high risk of landslides due to its steep hilly topography and high rainfall intensity. According to the Sleman Regional Disaster Management Agency (BPBD), landslides occur almost annually in this area, causing both material and non-material losses. In this context, community preparedness becomes a crucial aspect in reducing disaster risk. This study aims to analyze the level of community preparedness in Sambirejo Village in facing landslide disasters and to formulate strategies and policy recommendations to reduce landslide risk and improve community preparedness. This research uses a mixed-methods approach. The analysis techniques employed include descriptive statistical analysis to measure preparedness levels and SWOT analysis to formulate strategies and recommendations.
The results show that most areas in Sambirejo Village fall into low to high-risk categories. The community preparedness index reached 67.38, categorized as “ready.” In general, residents are aware of appropriate actions to take before and after a landslide event. The SWOT analysis generated three main strategic approaches: (1) at the community level, strategies focus on strengthening disaster literacy, activating village-based preparedness groups, and providing first aid training; (2) at the village government level, strategies involve integrating disaster risk reduction policies into village planning, providing evacuation facilities, and strengthening the Disaster Risk Reduction Forum (FPRB); and (3) at the stakeholder level, strategies emphasize technical support, capacity building through cross-sector collaboration, and expanding early warning system coverage. These collaborative approaches are expected to enhance the community's resilience in a sustainable manner against landslide disasters.
Kata Kunci : kesiapsiagaan masyarakat, longsor, Sambirejo, mitigasi bencana, strategi SWOT.