Laporkan Masalah

Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks pada Wanita Usia Subur: Studi Kasus Kota Yogyakarta

Ririn Desriani, Dr. dr. Prima Dhewi Ratrikaningtyas, M.Biotech.; Dr. Fitrina M. Kusumaningrum, SKM., MPH

2025 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling sering dialami oleh perempuan. Namun, tingkat deteksi dini di Indonesia masih rendah, meskipun program deteksi dini telah tersedia sejak tahun 2015. Di Kota Yogyakarta, hanya 3% perempuan usia subur yang telah melakukan deteksi dini.

Tujuan: Mengeksplorasi hal-hal yang berkontribusi terhadap rendahnya cakupan deteksi dini kanker serviks pada wanita usia subur di Kota Yogyakarta.

Metode: Penelitian kualitatif dengan studi kasus deskriptif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Tegalrejo dan Puskesmas Kotagede 2. Partisipasi penelitian terdiri dari delapan informan Wanita Usia Subur (WUS) sebagai pengguna layanan, informan stakeholder (empat kader dan empat petugas kesehatan), dan satu informan pemangku kebijakan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi yang dianalisis dengan tema (thematic analysis) melalui software Nvivo.

Hasil: Penelusuran terhadap 17 informan menunjukkan bahwa rendahnya cakupan deteksi dini kanker serviks dapat dijelaskan dalam lima tema utama, yaitu: (1) Dinamika pemahaman dan pengalaman, (2) Ketakutan dan peran perempuan, (3) Dukungan dalam proses deteksi dini, (4) Layanan yang hadir tapi terbatas, serta (5) Pembagian peran dan koordinasi.

Kesimpulan: Keberhasilan deteksi dini kanker serviks berkaitan dengan faktor individual, sosial, layanan, dan tata kelola sistem. Dukungan sosial yang berlapis dari keluarga, komunitas, kader, petugas, hingga pemerintah sangat penting. Intervensi harus bersifat lintas sektor, sensitif gender, dan berbasis komunitas.

Background: Cervical cancer represents the most prevalent form of cancer among women in Indonesia. Despite national early detection programs being available since 2015, screening rates remain critically low. In Yogyakarta City, only 3% of women of reproductive age have undergone early detection screening.

Purpose: Exploring the factors contributing to the low coverage of early cervical cancer detection among women of reproductive age in Yogyakarta City.

Methods: This qualitative study employed in-depth interviews with eight women, stakeholders (four health workers and four community health workers), and a policy holders and observation. The interview data were analyzed thematically using NVivo software. The research was conducted at the Tegalrejo and Kotagede 2 health centers.

Results: Analysis of interviews with 17 informants indicated that the low uptake of early cervical cancer detection can be explained by five main themes: (1) evolving understanding and experiences, (2) fear and women’s roles, (3) support during the detection process, (4) available but limited services, and (5) role division and coordination.

Conclusion: The success of early cervical cancer detection depends on individual, social, service, and governance factors. Multi-layered support—from family, community members, health cadres, healthcare providers, and government—is crucial. Interventions should be cross-sectoral, gender-sensitive, and community-based.

Kata Kunci : kanker serviks, deteksi dini, wanita usia subur/cervical cancer, early detection, women, Qualitative study, Yogyakarta.

  1. S2-2025-512366-abstract.pdf  
  2. S2-2025-512366-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-512366-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-512366-title.pdf