Pengembangan Project Risk Management Maturity Model
Deo Fani Nur Wijaya, Prof. Ir. Budi Hartono, S.T., MPM. Ph.D., IPU., ASEAN Eng
2012 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRISetiap proyek tidak dapat dipisahkan dari risiko. Pada beberapa dekade terakhir risiko proyek semakin meningkat, hal tersebut disebabkan oleh semakin tingginya hal-hal yang sulit diprediksi. Manajemen risiko merupakan salah satu faktor kesuksesan dalam menjamin pencapaian tujuan dari proyek untuk meningkatkan kinerja organisasi. Teori yang sudah ada saat mengatakan bahwa semakin tinggi level manajemen risiko proyek, semakin tinggi pula kinerja organisasi. Di sisi lain, muncul teori kontijensi yang mengatakan bahwa tidak ada sistem manajemen yang berlaku secara universal, yang artinya perlu diadakan penyesuaian terhadap kebutuhan dan keadaan proyek. Berdasarkan padakedua teori yang saling bertentangan tersebut maka perlu adanya pembuktian secara empiris untuk mengetahui teori mana yang sesuai. Untuk itu maka perlu adanya sebuah instrumen yang dapat mengukur level kedewasaan manajemen risiko proyek yang nantinya dapat digunakan untuk mengembangkan model matematika untuk memprediksi kinerja perusahaan. Dalam penelitian ini dilakukan pengembangan sebuah instrumen yang dapat mengukur level kedewasaan manajemen risiko proyek pada organisasi. Instrumen tersebut dikembangkan dari enam model yang telah dikembangkan oleh peneliti sebelumnya dan disesuaikan dengan kondisi yang ada di Indonesia melalui diskusi dengan para expert. Model dikembangkan menggunakan responden yaitu praktisi yang merepresentasikan organisasi yang bergerak dibidang konstruksi di Indonesia. Model secara teoritis terlebih dahulu dibangun melalui literature review dan kemudian menghasilkan beberapa dimensi, sub dimensi, dan item pernyataan untuk menyusun instrumen. Kemudian pilot study dilakukan untuk melakukan pengujian validasi muka dan validasi konten. Langkah selanjutnya adalah melakukan survei utama untuk mendapatkan data studi empiris. Data yang diperoleh kemudian dilakukan beberapa pengujian secara statistik. Salah satu metode yang digunakan adalah analisis faktor ekploratori. Pada tahap akhir, model matematis untuk mengetahui hubungan antara level kedewasaan manajemen risiko proyek dan kinerja perusahaan dibangun. Hasil dari penelitian ini adalahsebuah instrumen yang valid dan reliabel berhasil dikembangkan serta melewati uji empiris. Dari hasil studi empiris terlihat bahwa kondisi level kedewasaan manajemen risiko perusahaan konstruksi di Indonesia berada pada level kedua. Pada level ini peransenior managermasih terbatas dalam mendukung manajemen risiko proyek dan proses manajemen risiko proyek pada organisasi masih belum terstruktur dengan baik. Hubungan antara level manajemen risiko dengan kinerja organisasi dapat ditunjukan melalui persamaan y= -93,681+ 58,7x dengan nilai signifikansi 0,00 yang artinya ada hubungan signifikan antara variabel bebas dan variabel terikat. R-square bernilai 38% yang terbentuk menunjukan variasi variabel kinerja organisasi (y) dapat dijelaskan oleh variabel level kedewasaan manajemen risiko proyek (x) sebesar 38 persen. Dari hasil penelitian ini didapatkan sebuah pembuktian yang mendukung teori awal, yaitu semakin tinggi level kedewasaan manajemen risiko proyek semakin tinggi kinerja organisasi
Kata Kunci : manajemen, risiko, proyek, kontijensi, kinerja, konstruksi