Laporkan Masalah

Analisis Beban Lalu Lintas terhadap Kelayakan Upper Structure dengan Metode Load Rating Factor mengacu The AASHTO’s Manual Of Bridge Evaluation 2013. (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Seksi 2 Paket 2.2)

Najwa Dhea Deninta, Muhammad Sulaiman, S.T., M.T., D.Eng

2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL

Jembatan merupakan infrastruktur vital dalam sistem transportasi yang berperan penting dalam mendukung mobilitas dan perekonomian suatu negara. Kegagalan fungsi jembatan dapat menimbulkan kerugian besar, salah satunya disebabkan oleh kelebihan beban overload akibat kendaraan bermuatan lebih dari kapasitas rencana. Oleh karena itu, evaluasi kelayakan jembatan perlu dilakukan, khususnya terhadap beban lalu lintas yang melewati struktur.

 

Evaluasi dilakukan dengan metode load rating berdasarkan rating factor (RF), yang merupakan perbandingan antara kapasitas nominal elemen struktur dengan efek beban kerja. Lendutan pada elemen struktur juga akan terlihat akbiat respon struktur yang didapat. Studi kasus dilakukan pada Jembatan Kali Kangkung yang merupakan bagian dari Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo. Jembatan ini menggunakan sistem balok beton prategang dengan pelat lantai beton bertulang tipe concrete slab. Analisis dilakukan terhadap struktur atas, khususnya pelat lantai, menggunakan perangkat lunak SAP2000 v.26 untuk memperoleh gaya-gaya dalam akibat pembebanan. Dua jenis pembebanan dibandingkan, yaitu beban rencana standar AASHTO HL-93 dan beban standar SNI 1725:2016. Kapasitas nominal elemen pelat dihitung secara manual mengacu pada RSNI T-12-2004, dan nilai RF dihitung mengacu The AASHTO’s Manual for Bridge Evaluation (MBE) 2013.

 

Hasil analisis menunjukkan bahwa RF yang dihitung menggunakan beban AASHTO lebih besar dibandingkan beban SNI. Lendutan yang terjadi juga kurang dari lendutan ijin sesuai standar SNI. Secara keseluruhan, semua elemen struktur atas memenuhi syarat. Pada tingkat inventory rating nilai RF minimum sebesar 1,859 atau lebih dari satu yang berarti struktur masih layak menahan beban lalu lintas tanpa evaluasi lanjutan pada tingkat legal load rating. Kapasitas momen lentur dan gaya geser pelat juga lebih besar dari efek pembebanan, sehingga disimpulkan bahwa struktur atas jembatan dalam kondisi layak dan aman.

A Bridges are vital infrastructure in transportation systems and play a significant role in supporting a nation's mobility and economic activities. Failure of a bridge structure can result in substantial losses, often caused by overload from vehicles carrying loads exceeding the bridge's design capacity. Therefore, evaluating bridge serviceability is essential, particularly under the traffic loads it carries.

 

The evaluation is conducted using the load rating method based on the rating factor (RF), which compares the structural capacity with the applied load effects. The deflection of structural elements can be observed as a consequence of the structural responses generated. A case study is carried out on the Kali Kangkung Bridge, part of the Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo Toll Road Project. The bridge features prestressed concrete girders with a reinforced concrete slab deck. The analysis focuses on the superstructure, particularly the deck slab, using SAP2000 v.26 to obtain internal forces resulting from applied loads. Two types of loading standards are compared: the AASHTO HL-93 standard truck load and the Indonesian SNI 1725:2016 standard. The slab's nominal capacity is calculated manually based on RSNI T-12-2004, and the RF is evaluated according to The AASHTO’s Manual for Bridge Evaluation (MBE) 2013.

 

Results show that the RF values obtained using the AASHTO truck loads are higher than those obtained using the SNI loads. The resulting deflection is within the permissible limits as defined by the SNI standard. All superstructure elements satisfy the inventory rating criteria, with the minimum RF value of 1.859, indicating that the structure is capable of carrying the designated traffic loads without requiring further evaluation at the legal load rating level. Additionally, the computed flexural and shear capacities exceed the effects of applied loads, leading to the conclusion that the bridge superstructure is in a safe and serviceable condition.

Kata Kunci : jembatan concrete slab, load rating factor, struktur atas, SAP2000, AASHTO HL-93, lendutan

  1. D4-2025-483043-abstract.pdf  
  2. D4-2025-483043-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-483043-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-483043-title.pdf