Pola Pengobatan Lupus Eritematosus Sistemik pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito
Siti Nur Annisa, Dr. apt. Fita Rahmawati, Sp. FRS.
2025 | Skripsi | FARMASI
Lupus eritematosus sistemik atau LES merupakan gangguan sistem imun yang terjadi secara kronis. LES terjadi secara kronis dengan pengobatan jangka panjang. Penggunaan obat pada tatalaksana LES berpotensi menyebabkan efek samping pada pasien LES. Pilihan obat yang beragam dalam tatalaksana terapi LES memberikan luaran klinis yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien, pola pengobatan, efek samping pengobatan, serta luaran terapi pada pasien LES di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Penelitian deskriptif observasional ini menggunakan rancangan penelitian crossectional dan pengambilan data dilakukan secara retroprospektif. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif. Sampel diambil dengan metode konstitutif sampling sejumlah 100. Instrumen penelitian merupakan rekam medis pasien rawat inap dengan diagnosis utama Lupus Eritematosus Sistemik di RSUP dr. Sardjito. Luaran klinis pasien LES dikategorikan berdasarkan skor SLEDAI dan kondisi keluar rumah sakit.
Pada periode Januari 2023?Januari2024, terdapat 100 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan diagnosis. Pasien LES mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (96%) dengan usia 18-40 tahun. Pola penggunaan obat didominasi oleh kortikosteroid metil prednisolon (98%). Regimen obat LES lain yang diberikan meliputi antimalaria, NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drugs), dan imunosupresan. Luaran klinis meliputi tanpa aktivitas (SLEDAI=0) terdapat 4 pasien, ringan (SLEDAI=1-5) terdapat 10 pasien, sedang (SLEDAI=6-12) terdapat 19 pasien, berat (SLEDAI>12) terdapat 15 pasien, namun terdapat 52 pasien tidak tercatat luaran klinis skor SLEDAI. Luaran klinis paling banyak ditemukan adalah pasien keluar rumah sakit membaik dan kategori SLEDAI aktivitas sedang. Pengobatan LES menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan pada 31 pasien. Efek samping yang paling banyak ditemukan adalah mual muntah pada 10 pasien. Efek samping yang umum ditemukan berkaitan dengan gangguan mukokutan, hematologi dan gastrointestinal.
Systemic lupus erythematosus (SLE) is a chronic autoimmune disorder. SLE occurs over the long term and requires prolonged treatment. The use of medications in the management of SLE has the potential to cause side effects in patients. The variety of drug options used in SLE therapy leads to different clinical outcomes.
This study aims to identify patient characteristics, treatment patterns, medication side effects, and therapeutic outcomes in SLE patients at RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. This descriptive observational study employed a cross-sectional design with retroprospective data collection. Data were analyzed using descriptive statistics. The sample consisted of 100 patients selected using a consecutive sampling method. The research instrument was the medical records of inpatients with a primary diagnosis of Systemic Lupus Erythematosus at RSUP Dr. Sardjito. Clinical outcomes of SLE patients were categorized based on the SLEDAI score and discharge status.
During the period from January 2023 to January 2024, 100 patients met the inclusion criteria. The majority of SLE patients were female (96%) and aged between 18–40 years. The most commonly used drug was the corticosteroid methylprednisolone (98%). Other medications used included antimalarials, NSAIDs (nonsteroidal antiinflammatory drugs), and immunosuppressants. Clinical outcomes included: no activity (SLEDAI = 0) in 4 patients, mild activity (SLEDAI = 1–5) in 10 patients, moderate activity (SLEDAI = 6–12) in 19 patients, and severe activity (SLEDAI > 12) in 15 patients. However, SLEDAI scores were not recorded for 52 patients. The most common clinical outcome was hospital discharge with improvement, and the most frequent SLEDAI category was moderate disease activity. SLE treatment resulted in adverse effects in 31 patients, with the most common being nausea and vomiting, reported in 10 patients. Common side effects found are related to mucocutaneous, hematological and gastrointestinal disorders.
Kata Kunci : Lupus Eritematosus Sistemik, Luaran klinis, adverse drug reaction, Pola pengobatan, SLEDAI.