Laporkan Masalah

The Impact of Corporate Governance on Financial Distress Likelihood: An Empirical Study of Non-Financial Firms Listed in IDX (2018-2023)

Fannia Nurfarida Sutanto, Aprilia Beta Suandi, Dr., S.E., M.Ec

2025 | Skripsi | AKUNTANSI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tata kelola perusahaan terhadap kemungkinan terjadinya financial distress pada perusahaan non-keuangan yang tercatat di BEI selama periode 2018-2023. Fokus utama penelitian ini mencakup jumlah anggota dewan komisaris, tingkat independensi dewan, ukuran komite audit, kepemilikan institusional serta manajerial. Dengan menggunakan analisis fixed-effect regression terhadap data panel sebanyak 1.710 observasi dari 285 perusahaan, hasil menunjukkan bahwa tata kelola perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kecenderungan financial distress. Secara keseluruhan, dewan komisaris yang lebih kecil dan kepemilikan institusional yang tinggi menunjukkan penurunan risiko distress. Namun, pada perusahaan yang sudah mengalami distress, kepemilikan institusional memperburuk kondisi, sedangkan kepemilikan manajerial membantu meredakannya. Ukuran perusahaan menunjukkan efek kontekstual: perusahaan besar cenderung lebih rentan mengalami distress dalam kondisi normal, namun memiliki ketahanan lebih baik saat menghadapi tekanan keuangan. Profitabilitas mengurangi risiko distress secara konsisten, sementara usia perusahaan yang lebih tua cenderung memperlemah stabilitas. Temuan ini menegaskan pentingnya praktik tata kelola perusahaan dalam mengantisipasi kerentanan finansial, serta memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pengawasan perusahaan dan kebijakan regulasi. Namun, potensi reverse causality serta keterbatasan pada indikator tata kelola perusahaan merupakan aspek yang masih perlu dipertimbangkan dalam penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan indikator dan menggunakan metode yang lebih sesuai guna memperkuat analisis dan meningkatkan reliabilitas hasil.

This study investigates the influence of corporate governance on the likelihood of financial distress among non-financial firms listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2018 to 2023. The analysis focus on board composition (board size, board independence, audit committee size) and ownership concentration (institutional and managerial ownership). Using fixed-effect regression on a panel dataset of 1,710 firm-year observations from 285 companies, results show that corporate governance have a significant effect on financial distress likelihood. Overall, smaller boards and higher institutional ownership are generally associated with a lower risk of financial distress. However, among already-distressed firms, institutional ownership tends to increase vulnerability, whereas managerial ownership helps mitigate it. Among control variables, firm size has a context-dependent effect: larger firms are more likely to face distress under normal conditions but exhibit greater resilience once in distress. Profitability consistently lowers the risk of distress, while older firms struggle to maintain financial stability. These findings emphasize the critical role of specific governance practices and firm characteristics in anticipating financial vulnerability, offering valuable implications for corporate oversight and regulatory policy. However, the study is subject to limitations, particularly with the model exhibiting signs of potential reverse causality and limited governance indicators. Future research should improve model robustness by incorporating broader governance metrics and more advanced regression techniques to enhance analytical depth and reliability.

Kata Kunci : Tata Kelola Perusahaan, Financial Distress, Komposisi Dewan, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Corporate Governance, Financial Distress, Board Composition, Institutional Ownership, Managerial Ownership

  1. S1-2025-472788-abstract.pdf  
  2. S1-2025-472788-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-472788-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-472788-title.pdf