Evaluasi Dampak Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Pandeglang: Studi Kuasi-Eksperimen
Riziq Apani Khoir, Dr. Romanus Yoseph Kun Haribowo Purnomosidi, S.E., M.Si., GRCP.
2025 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN
Kebijakan berbasis lokasi (place-based
policy) merupakan kebijakan pembangunan dengan menetapkan suatu wilayah
sebagai lokasi strategis serta memiliki potensi investasi yang tinggi untuk
mendatangkan keuntungan bagi wilayah tersebut. Salah satu kebijakan berbasis
lokasi yang diterapkan di Indonesia adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Melalui
Undang-Undang No. 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus, Pemerintah
Indonesia melakukan upaya pemerataan pembangunan dengan menciptakan pusat-pusat
pertumbuhan baru di beberapa lokasi yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Potensi
ekonomi tersebut didukung dengan adanya fasilitas dan kemudahan dalam
berinvestasi, seperti kemudahan di bidang fiskal,
perpajakan, dan bea cukai. KEK
Tanjung Lesung merupakan salah satu KEK yang ditetapkan pertama kali oleh
Pemerintah Indonesia pada tahun 2012 dengan potensi ekonomi di bidang
pariwisata. Setelah masa pembangunan selama tiga tahun sejak ditetapkan, KEK
Tanjung Lesung mulai beroperasi pada Februari 2015 dengan PT Banten West Java
Tourism Development sebagai badan usaha yang mengelola kawasan tersebut. Namun
demikian, hampir satu dekade operasional KEK
Tanjung Lesung tampaknya belum memperlihatkan hasil yang signifikan. Kinerja
ekonomi kawasan ini masih jauh dari target yang diharapkan dan belum
menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun. Indikator
pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pandeglang sebagai daerah yang menjadi lokasi KEK
Tanjung Lesung juga tidak mengalami peningkatan hingga saat ini. Oleh karena
itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
dampak pembangunan KEK Tanjung Lesung terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten
Pandeglang, mengingat tujuan utama pembangunan KEK
adalah menciptakan pusat pertumbuhan baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Evaluasi dampak dalam penelitian ini
menggunakan metode Difference-in-Differences (DiD) dengan membandingkan
perubahan outcome sebelum dan setelah adanya KEK serta perubahan antara
kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Outcome yang diukur sebagai
indikator perbandingan di kedua kelompok tersebut adalah laju pertumbuhan
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) level kecamatan. Sampel dalam penelitian
ini adalah semua kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang (kelompok
perlakuan) dan Kabupaten Lebak (kelompok kontrol) dengan jumlah sampel sebanyak
63 kecamatan. Adapun periode pengamatan dalam penelitian ini yaitu tahun 2014
sebagai waktu sebelum KEK Tanjung Lesung beroperasi dan tahun 2023 sebagai
waktu setelah KEK Tanjung Lesung beroperasi. Hasil analisis DiD menunjukkan
bahwa pertumbuhan
PDRB kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang lebih rendah 1,10
persen dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak sebagai kelompok kontrol. Hal itu
mengartikan bahwa pembangunan KEK Tanjung Lesung belum memiliki dampak terhadap
pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pandeglang.
Place-based policy is
a development policy by establishing an area as a strategic location and has
high investment potential to bring profit to the region. One of the
location-based policies implemented in Indonesia is the Special Economic Zone
(SEZ). Through Law No. 39 of 2009 concerning Special Economic Zones, the
Government of Indonesia is making efforts to equalize development by creating
new growth centers in several locations that have high economic potential. This
economic potential is supported by facilities and facilities in investing, such
as facilities in the fields of fiscal, taxation, and customs. Tanjung Lesung
SEZ is one of the first SEZs established by the Government of Indonesia in 2012
with economic potential in tourism. After a three-year development period since
its establishment, Tanjung Lesung SEZ began operating in February 2015 with PT
Banten West Java Tourism Development as the business entity that manages the
area. However, almost a decade of Tanjung Lesung SEZ operations has yet to show
significant results. The region's economic performance is still far from the
expected target and has not shown improvement from year to year. The economic
growth indicator of Pandeglang Regency as the location of Tanjung Lesung SEZ
has also not increased until now. Therefore, this study aims to evaluate the
impact of Tanjung Lesung SEZ development on the economic growth of Pandeglang
Regency, considering that the main purpose of SEZ development is to create new
growth centers and encourage economic growth.
The impact evaluation
in this study used the Difference-in-Differences (DiD) method by comparing
changes in outcomes before and after SEZ as well as changes between treatment
and control groups. The outcome measured as a comparative indicator across the
two groups is the growth rate of Gross Regional Domestic Product (GRDP) at the
sub-district level. The samples in this study were all sub-districts in
Pandeglang Regency (treatment group) and Lebak Regency (control group) with a
total sample size of 63 sub-districts. The observation period in this study is
2014 as the time before Tanjung Lesung SEZ operates and 2023 as the time after
Tanjung Lesung SEZ operates. The result of DiD analysis shows that the GDP
growth of sub-districts in Pandeglang Regency is 1,10 percent lower than that
of sub-districts in Lebak Regency as the control group. This means that the
development of Tanjung Lesung SEZ has not had an impact on the economic growth
of Pandeglang Regency.
Kata Kunci : KEK Tanjung Lesung, PDRB kecamatan, Difference-in-Differences, Evaluasi dampak, Pertumbuhan ekonomi