Pelindungan Ahli Waris Testamentair Atas Pembuatan Surat Keterangan Waris Di Bawah Tangan Tanpa Pengecekan Wasiat (Studi Kasus Pada Kantor Notaris & PPAT X Di Bantul)
SABHINA FARSYA HARTONO PUTRI, Sa’ida Rusdiana, S.H., LL.M.
2025 | Skripsi | ILMU HUKUM
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui akibat hukum dari Surat Keterangan Waris yang
dibuat di bawah tangan tanpa melalui pengecekan wasiat yang menyebabkan ahli
waris testamentair tidak tercantum didalamnya, serta untuk mengetahui
bentuk pelindungan hukum yang dapat diberikan bagi ahli waris testamentair terhadap Surat Keterangan Waris di bawah tangan.
Penelitian
ini merupakan penelitian normatif-empiris dan bersifat deskriptif analisis.
Jenis data yang diperoleh adalah data primer dan sekunder. Data primer
diperoleh melalui wawancara dengan responden. Data sekunder diperoleh melalui
penelitian kepustakaan berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan
bahan hukum tersier. Data disajikan secara deskriptif analisis dan dianalisa
secara kualitatif.
Berdasarkan penelitian disimpulkan
bahwa SKW yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya dalam hal ini karena
terdapat wasiat yang tidak dimasukkan sebagai dasar pembuatan SKW akan menimbulkan
akibat hukum yaitu SKW dan akta peralihan hak atas tanah waris menjadi tidak
sah atau cacat hukum, sehingga SKW tersebut dapat dimintakan pembatalan. Selain
menimbulkan akibat hukum, perlunya dilakukan pelindungan hukum terhadap ahli
waris testamentair
dengan memberikan pelindungan hukum
represif melalui jalur litigasi dan non-litigasi. Pelindungan hukum represif
jalur litigasi dengan mengajukan gugatan ke pengadilan dan non-litigasi melalui
mediasi atau musyawarah antara para pihak.
This
research aims to determine the legal consequences of a handwritten inheritance
certificate that was not checked against the will, resulting in the
testamentary heir not being listed in it, as well as to determine the form of
legal protection that can be provided to the testamentary heir against the
handwritten inheritance certificate.
This
research is normative-empirical and descriptive-analytical in nature. The types
of data obtained are primary and secondary data. Primary data was obtained
through interviews with respondents. Secondary data was obtained through
literature research in the form of primary legal materials, secondary legal
materials, and tertiary legal materials. The data is presented in a
descriptiveanalytical manner and analyzed qualitatively.
Based on the research, it was concluded
that SKW that does not correspond to the actual circumstances, in this case
because there is a will that was not included as the basis for the SKW, will
have legal consequences, namely that the SKW and the deed of transfer of
inheritance rights will become invalid or legally flawed, so that the SKW can
be requested to be canceled. In addition to legal consequences, it is necessary
to provide legal protection for testamentary heirs by offering repressive legal
protection through litigation and non-litigation channels. Repressive legal
protection through litigation involves filing a lawsuit in court, while
non-litigation protection is achieved through mediation or consultation between
the parties.
Kata Kunci : Wasiat di Bawah Tangan, Surat Keterangan Waris di Bawah Tangan, Pelindungan Hukum.