Tafsir Ramalan Gempa dalam Naskah Kitab Ta'bir sebagai Literasi Kebencanaan: Analisis Hermeneutika Schleiermacher
Erma Eviana, Dr. Drs. Sudibyo, M.Hum.
2025 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA
Penelitian ini membahas teks Ta’bir Gempa sebagai salah satu produk tradisi tulis keislaman di Bogor pada abad ke-19. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penafsiran setiap pasal dalam teks Ta’bir Gempa dan menjabarkan apa saja fungsi dari teks. Teks tersunting oleh Munawar Holil digunakan sebagai objek material. Digunakan pendekatan hermeneutika Schleiermacher yang terdiri dari analisis gramatikal dan psikologis. Metode kualitatif digunakan untuk menghimpun data melalui studi kepustakaan dengan sumber data teks suntingan sebagai data utama dan referensi pendukung berupa buku, jurnal, artikel yang berkaitan dengan objek penelitian. Data kemudian dianalisis secara deskriptif analisis untuk menguraikan makna dan fungsi dari isi teks.
Hasil penelitian menghasilkan dua temuan utama. Pertama, disajikan penafsiran terhadap isi dari teks Ta’bir Gempa yang membuka wawasan tentang cara masyarakat zaman teks memahami dan merespon fenomena gempa bumi. Kedua, teridentifikasi fungsi dari teks Ta’bir Gempa yang terbagi menjadi tiga kategori utama:(1) fungsi religius yang mengukuhkan dimensi spiritualitas dan keimanan; (2) fungsi sosial-kultural yang merefleksikan kosmologi dan nilai-nilai masyarakat; (3) fungsi literasi kebencanaan dan mitigasi tradisional yang mengarahkan respon adaptif terhadap potensi bencana gempa bumi.
His study examines Ta’bir Gempa as one of the products of Islamic manuscript traditions in Bogor during the 19th century. The research aims to explain the interpretation of each section within the Ta’bir Gempa text and to elaborate on its various functions. The edited text by Munawar Holil is used as the primary material object. Schleiermacher’s hermeneutic approach, which consists of grammatical and psychological analyses, is employed. A qualitative method is applied to collect data through a literature study, utilizing the edited text as the main source, supported by additional references such as books, journals, and articles relevant to the research object. The data are then analyzed using descriptive-analytical techniques to explore the meanings and functions contained within the text.
The study yields two main findings. First, it presents an interpretation of the content of Ta’bir Gempa, providing insights into how the society of that period understood and responded to the phenomenon of earthquakes. Second, it identifies the functions of Ta’bir Gempa, which are categorized into three main aspects: (1) religious function, reinforcing spirituality and faith; (2) socio-cultural function, reflecting the cosmology and values of the community; and (3) disaster literacy and traditional mitigation function, guiding adaptive responses to potential earthquake hazards.
Kata Kunci : Ta’bir Gempa, hermeneutika Schleiermacher, literasi kebencanaan