Profil Tingkat Kepatuhan dan Eksplorasi Masalah Terkait Kepatuhan pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kota Yogyakarta Bagian Timur
Idelia Septi, Dr. apt. Nanang Munif Yasin, M.Pharm.
2025 | Skripsi | FARMASI
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis berupa tingginya kadar gula dalam darah dan memerlukan terapi obat jangka waktu yang panjang. Kepatuhan merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi tercapainya target terapi. Tingkat kepatuhan dapat dipengaruhi oleh faktor usia, pekerjaan, tingkat pendidikan, jumlah obat, Adverse Drug Event (ADE), biaya pengobatan, kelengkapan informasi, dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan dan mengeksplorasi masalah, serta mengetahui faktor apa yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan pada pengobatan pasien diabetes melitus di Puskesmas Kota Yogyakarta bagian Timur.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang diambil merupakan pasien DM tipe 2 di Puskesmas Kota Yogyakarta bagian Timur yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel dilakukan di Puskesmas Pakualaman, Puskesmas Kotagede II, Puskesmas Umbulharjo II, dan Puskesmas Gondokusuman II. Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Februari 2025 dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling dan diperoleh 100 responden. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan instrumen kuesioner Morisky Green Levine Adherence Scale (MGLS) dan dilanjutkan dengan wawancara guna mengeksplorasi masalah terkait kepatuhan pasien DM. Data dianalisis menggunakan software SPSS melalui uji Chi-Square dan deskriptif analitik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien DMT2 di Puskesmas Kota Yogyakarta bagian Timur memiliki tingkat kepatuhan tinggi (32%), sedang (55%), dan rendah (13%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara faktor usia dengan tingkat kepatuhan pasien DM tipe 2 (p=0,022). Beberapa permasalahan yang berkaitan dengan kepatuhan pasien dalam pengobatan DM tipe 2 adalah aktivitas yang padat, lupa minum obat, kekhawatiran efek pengobatan jangka panjang, kurangnya informasi, dan kurangnya kesadaran serta kepedulian terhadap kesehatan.
Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease characterized by high blood sugar levels and requires long-term drug therapy. Compliance is one factor that can influence the achievement of therapy targets. Compliance levels can be influenced by factors such as age, occupation, education level, number of medications, adverse drug events (ADEs), treatment costs, completeness of information, and family support. This study aims to determine compliance levels and explore the problem, as well as identify factors associated with adherence to treatment in diabetes mellitus patients at the East Yogyakarta City Health Center.
This is an observational analytical study with a cross-sectional approach. The sample taken was type 2 diabetes mellitus patients at the Community Health Center in Eastern Yogyakarta City who met the inclusion and exclusion criteria. Sampling was conducted at the Pakualaman Community Health Center, Kotagede II Community Health Center, Umbulharjo II Community Health Center, and Gondokusuman II Community Health Center. The study was conducted from January to February 2025 using an accidental sampling technique and obtained 100 respondents. The level of compliance was measured using the Morisky Green Levine Adherence Scale (MGLS) questionnaire instrument and followed by interviews to explore issues related to DM patient compliance. Data were analyzed using SPSS software through the Chi-Square test and analytical descriptive.
The results of the study showed that T2DM patients at the Community Health Center in East Yogyakarta City had high (32%), moderate (55%), and low (13%) adherence levels. Chi-square test results showed a relationship between age and the level of adherence of T2DM patients (p=0.022). Several problems related to patient adherence in T2DM treatment include busy schedules, forgetting to take medication, concerns about long-term treatment effects, lack of information, and lack of awareness and concern for health.
Kata Kunci : Diabetes Melitus, Kepatuhan Pengobatan, Puskesmas, MGLS