Laporkan Masalah

Pengembangan Kemasan Teh Celup Telang sebagai Oleh-Oleh Khas Yogyakarta Sesuai Preferensi Konsumen

Haya Fadhilah Allam, Dr. Ir. Dyah Ismoyowati, M.Sc.; Thalia Naziha, S.T.P., M.Sc., M.B.A.

2025 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Produk teh celup telang yang diproduksi oleh KWT Mekar Abadi saat ini masih dikemas secara sederhana, menggunakan plastic pouch berbahan kraft paper dengan bagian transparan dan penutup ziplock, serta dilengkapi stiker label yang kurang terbaca dengan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain kemasan oleh-oleh teh celup telang yang tidak hanya mampu memberikan perlindungan teknis terhadap produk, tetapi juga memenuhi ketentuan pelabelan pangan olahan sesuai Peraturan BPOM No. 20 Tahun 2021. Selain itu, desain kemasan yang dikembangkan diharapkan dapat bersifat komunikatif dan menarik secara visual di mata konsumen sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta.

Proses pengembangan dilakukan melalui tiga tahapan utama. Pertama, identifikasi atribut mutu kemasan dilakukan melalui observasi lapangan dan dianalisis menggunakan diagram Function Analysis System Technique (FAST). Kedua, pengembangan desain visual dilakukan dengan memadukan elemen-elemen ikon ruang relasional khas Yogyakarta dan penataan informasi label pada kemasan. Ketiga, dilakukan uji preferensi terhadap 150 responden menggunakan metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM), dengan mempertimbangkan bobot masing-masing kriteria penilaian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kemasan dengan nilai tertinggi adalah Model 15, yaitu teh celup dalam saset metalized foil, dikemas dalam kotak flip flop berbahan karton ivory 310 gsm dan visual Desain C yang menampilkan ilustrasi batik tradisional Yogyakarta.

The butterfly pea tea bags produced by KWT Mekar Abadi are currently packaged in a simple manner, using plastic pouches made of kraft paper with a transparent window and a ziplock closure, accompanied by a sticker label that is difficult to read clearly. This study aims to develop a souvenir packaging design for butterfly pea tea bags that not only provides technical protection for the product but also complies with processed food labeling regulations as stipulated in BPOM Regulation No. 20 of 2021. In addition, the developed packaging design is expected to be communicative and visually appealing to consumers as a distinctive Yogyakarta souvenir.

The development process was carried out in three main stages. First, the identification of packaging quality attributes was conducted through field observation and analyzed using the Function Analysis System Technique (FAST) diagram. Second, the visual design was developed by incorporating elements of Yogyakarta’s relational space icons and arranging the informational label layout. Third, a preference test was conducted involving 150 respondents using the Multi-Criteria Decision Making (MCDM) method, based on the weighted scoring of evaluation criteria.

The results showed that the highest-rated packaging design was Model 15, in which the tea bags are packed in metalized foil sachets and placed in a flip-flop box made of 310 gsm ivory carton, with Visual Design C featuring illustrations of traditional Yogyakarta batik.

Kata Kunci : teh celup telang, kemasan, desain visual, MCDM

  1. S1-2025-444146-abstract.pdf  
  2. S1-2025-444146-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-444146-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-444146-title.pdf