Pengaruh Kesadaran Beretika dan Kedewasaan Terhadap Niat Melakukan Whistleblowing dengan Gender sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris terhadap Mahasiswa S1 FEB UGM)
Nadine Nabiilah Najwa, Prof. Supriyadi, M.Sc., Ph.D., CMA., CA., Ak.
2025 | Skripsi | AKUNTANSI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesadaran beretika dan kedewasaan terhadap niat melakukan whistleblowing dengan gender sebagai variabel pemoderasi. Studi ini secara spesifik menargetkan mahasiswa S1 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, dengan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner. Analisis statistik menggunakan regresi linear berganda dan uji moderasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran beretika dan kedewasaan memiliki pengaruh signifikan positif terhadap niat whistleblowing mahasiswa. Secara khusus, hasil uji T menunjukkan bahwa kesadaran beretika dan kedewasaan secara individual memiliki pengaruh positif signifikan terhadap niat melakukan whistleblowing. Namun, efek moderasi dari gender ditemukan tidak signifikan. Secara keseluruhan, model penelitian terbukti signifikan dan mampu menjelaskan 19,1% variasi dalam niat whistleblowing. Temuan ini menyarankan pentingnya menumbuhkan kesadaran beretika dan kedewasaan moral di kalangan mahasiswa untuk mendorong praktik pengambilan keputusan etis seperti whistleblowing, tanpa memandang gender.
This research aims to analyze the effect of ethical awareness and maturity on whistleblowing intentions, with gender serving as a moderating variable. The study specifically targets undergraduate students at the Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada, employing a quantitative method through questionnaires. Statistical analyses utilized include multiple linear regression and moderation tests.
The results indicate that ethical awareness and maturity significantly and positively influence whistleblowing intentions among students. Specifically, the T-test results confirmed that ethical awareness and maturity have significant positive effects individually on whistleblowing intentions. However, the moderating effect of gender was found to be non-significant. The overall model was statistically significant, explaining 19.1% of the variance in whistleblowing intentions. These findings highlight the importance of fostering ethical awareness and maturity among students to enhance ethical decision-making behaviors like whistleblowing, regardless of gender.
Kata Kunci : Kesadaran Beretika, Kedewasaan, Niat Whistleblowing, Gender, Moderasi / Ethical Awareness, Maturity, Whistleblowing Intentions, Gender, Moderation