Laporkan Masalah

Aktualisasi Perempuan Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Dilihat Melalui Pendekatan Kapabilitas Martha Nussbaum

Siti Rokhimah, Pinurba Parama Pratiyudha, S.Sos., M.A.

2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Ketimpangan gender dalam masyarakat agraris masih menjadi realitas yang membatasi ruang gerak perempuan dalam pembangunan. Perempuan seringkali diposisikan dalam ranah domestik dan tidak diakui kontribusinya secara formal, meskipun mereka terlibat dalam kegiatan produksi pertanian dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses aktualisasi perempuan melalui keterlibatannya dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Desa Bonjoklor, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen, dengan menggunakan pendekatan kapabilitas yang dikembangkan oleh Martha Nussbaum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif untuk menggali pengalaman perempuan dalam membangun agensi, kapasitas, dan peran sosialnya melalui partisipasi aktif dalam kegiatan KWT. Hasil penelitian menunjukkab bahwa KWT tidak hanya menjadi wadah produktif dalam meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga berfungsi sebagai ruang strategis untuk memperluas kapabilitas substantif perempuan, seperti kebebasan berpendapat, partisipasi dalam pengambilan keputusan, solidaritas sosial, dan kontrol atas kehidupan ekonomi mereka. Keterlibatan perempuan dalam KWT menunjukkan adanya perubahan dari peran domestik tradisional menuju ruang publik yang lebih setara dan inklusif. Temuan ini menguatkan bahwa pemberdayaan perempuan berbasis komunitas dapat menjadi jalan efektif untuk menciptakan pembangunan yang berkeadilan gender, serta mengakui perempuan sebagai subjek aktif dalam proses pembangunan desa.

Gender inequality in agrarian societies remains a reality that limits women's participation and mobility in development. Women are often positioned within the domestic sphere and their contributions are not formally acknowledged, despite their active involvement in agricultural and social production activities. This study aims to analyze the process of women's self actualization through their involvement in the Women Farmers Group "Srikandi" in Bonjoklor Village, Bonorowo Distruct, Kebumen Regency, by using the capability approach developed by Martha Nussbaum. This research employs a qualitative descriptive method with narrative approach to explore women's experience in building agency, capacities, and social roles through their active participation in KWT activities. The findings show that KWT serves not only as a productive space for increasing household income, but also as a strategic arena for expanding women's substantive capabilities, such as freedom of expression, participation in decision-making, social solidarity, and control over economic life. Women's involvement in KWT reflects a shift from traditional domestic roles toward a more equal and inclusive public space. These findings affirm that community-based women's empowerment can be effective pathway to achieving gender-just development and recognizing women as active subjects in the rural development process.

Kata Kunci : aktualisasi perempuan, perempuan, pemberdayaan, kelompok wanita tani, keadilan gender

  1. S1-2025-481429-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481429-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481429-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481429-title.pdf