Performa Memori Kerja Mahasiwa dengan Adiksi Media Sosial ketika Dihadapkan pada Stimulus Wajah Emosional
Khafisya Safira Irba, Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D., Psikolog
2025 | Tesis | S2 Psikologi
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh stimulus emosional terhadap performa memori kerja mahasiswa dengan kecenderungan adiksi media sosial. Pada individu dengan adiksi media sosial, ketidakseimbangan interaksi neural pada jalur fronto-striatal di otak menyebabkan penurunan kontrol kognitif dan reaktivitas emosional. Hipotesis dalam penelitian ini terdapat efek gangguan dari paparan stimulus emosional terhadap performa memori kerja partisipan. Rancangan penelitian eksperimen within subject, dilakukan kepada 22 partisipan yang merupakan mahasiswa UGM (rentang usia 18-29 tahun). Partisipan dinyatakan beresiko tinggi terhadap adiksi media sosial berdasarkan durasi penggunaan dan skala kecanduan BSMAS. Tugas EFNBACK digunakan untuk mengukur perbedaan memori kerja pada kondisi dengan paparan emosi wajah takut, bahagia dan kondisi kontrol. Hasil repeated measure ANOVA menunjukkan tidak adanya perbedaan data yang signifikan antar kondisi eksperimen (akurasi: F(2,42) = 1,85, p>0,05; waktu reaksi: F(2,42)=0,667, p>0,05). Berbeda dengan hipotesis, temuan ini menjelaskan bahwa mahasiswa dengan adiksi media sosial masih mampu mengendalikan perhatiannya pada tugas kognitif dan disaat yang sama mampu menghambat gangguan dari stimulus emosional. Temuan dapat membuka peluang untuk penelitian selanjutnya agar melakukan eksplorasi yang lebih mendalam terkait hubungan emosi, kognisi dan adiksi media sosial pada kelompok demografi yang lebih luas.
This study examines the effect of emotional stimuli on the working memory performance of college students who are addicted to social media. Individuals with social media addiction exhibit an imbalance of neural interactions in the fronto-striatal pathway of the brain, which leads to decreased cognitive control and emotional reactivity. This study hypothesizes that exposure to emotional stimuli disrupts participants' working memory performance. The within-subject experimental research design was conducted on 22 UGM students (ages 18-29). Participants were assessed as being at high risk for social media addiction based on the duration of their use and their scores on the BSMAS addiction scale. The EFNBACK task was used to measure differences in working memory in conditions with exposure to facial emotions of fear and happiness, as well as in a control condition. The results of the repeated-measures ANOVA showed no significant difference in the data between the experimental conditions (accuracy: F(2, 42) = 1.85, p > 0.05; reaction time: F(2, 42) = 0.667, p > 0.05). Contrary to the hypothesis, these results show that students with social media addiction can still focus on cognitive tasks while inhibiting distractions from emotional stimuli. These results could lead to future research exploring the relationship between emotion, cognition, and social media addiction in a wider demographic.
Kata Kunci : Adiksi Media Sosial, Distraksi Emosi, Kontrol Kognitif, N-back, Memori Kerja