Laporkan Masalah

Pergeseran As Sungai Barito di Kota Buntok Kalimantan Tengah

NAPITUPULU, Sudirman, Dr.Ir. Adam P. Rahardjo, MSc

2004 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Penanganan belokan sungai pada penggal Sungai katingan di Kasongan Kalimantan Tengah pada Tahun 1994 dengan sudetan, 1995 dengan krib, dan 2002 dengan bronjong pada lokasi yang sama, tidak memenuhi umur rencana. Kasus yang sama dikawatirkan akan terjadi di penggal Sungai Barito di Kota Buntok Kalimantan Tengah (lokasi studi penelitian). Gerusan tebing dan pembentukan meander sebagai perubahan alami sungai di lokasi studi penelitian telah menjadi masalah serius pada pemukiman Kota Buntok. Penanganan yang sedang dilakukan (september 2003) adalah hidraulik struktur sheet pile+bronjong. Bagaimana formasi tanah dan grafik tinggi muka air yang terjadi sepanjang tahun. Kapan terjadi muka air mengakibatkan gerusan tebing dan bagaimana menghentikan laju gerusan (pergeseran As sungai). Jenis konstruksi apa yang optimal melindungi gerusan tebing. Bagaimana umur rencana sheet pile+bronjong di lokasi studi penelitian. Formasi tanah di lokasi studi penelitian disusun oleh pasir lepas sisipan lanau, lempung, lignit, limonit dan batupasir kwarsa. Gerusan tebing terjadi pada tanah non-kohesi bila muka air mulai melebihi tinggi 2m’, dan 12m’ pada tanah kohesi. Dari beberapa alternatif penanganan dengan konstruksi, yang memenuhi secara teknis menahan laju gerusan tebing adalah krib impermeable dan sheet pile. Sementara yang paling optimal adalah sheet pile 2 lapis. Sheet pile+bronjong cenderung tidak stabil disebabkan data lapangan tidak akurat.

The handling of river curve on the dismemberment of Katingan River in Kasongan, Central Kalimantan in 1994 with shortcut, 1995 with groyne, and 2002 with gabion at the same location did not meet the plan age. It is alarming that such a case would happen on the dismemberment of the Barito River in the Buntok Town of Central Kalimantan (the location of the study). The bank scour and meander formation, natural changes of the river in the location of research study, have become serious problem of the settlement in Buntok Town. The conducted handling (In September 2003) was the hydraulics structure of sheet pile + gabion. How are the annual land formation and water surface height graph? When does the water surface height result of a scour of bank and how to stop the scour (movement of river axis)? What will the type of construction optimally protect from scour of bank? How is the age of the sheet pile + gabion plan in the location of research study? The land formation in the location of research study is composed by loose sand of silt inset, clay, lignit, limonit and quartz sandstone. The scour bank is developed on the non-cohesive land when the water surface begins to exceed 2m’ in height, and 12m’ on the cohesive land. Among the alternative handling of construction, the groyne-impermeable and sheet pile are technically adequate to restrain the rate of bank scour. In addition, that optimally to be the two-pile sheet pile. The sheet pile + gabion tend not stabile because of the inaccurate field data.

Kata Kunci : Hidrologi,Pergeseran As Sungai,Penanganan Sheet Pile Bronjong, Handling, Scour of bank, sheet pile


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.