Prediksi erosi di daerah tangkapan Waduk Sermo dengan bantuan GIS
TANDUNG, Debora, Dr.Ir. H. Bambang Agus Kironoto
2004 | Tesis | S2 Teknik SipilPerubahan-perubahan yang dilakukan manusia dalam mengelola lahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seringkali membawa perubahan yang berdampak negatif terhadap keseimbangan alam, misalnya erosi. Bila erosi terjadi secara alamiah, hal ini tidak akan membawa perubahan yang besar. Namun bila disebabkan oleh kesalahan manusia dalam mengelola lahan, dapat mengakibatkan erosi yang berkelanjutan (accelerated erosion). Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan besarnya erosi permukaan pada Daerah Tangkapan Waduk Sermo dengan menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE) Dengan menggunakan bantuan GIS, terdapat 5 kelas tingkat bahaya erosi pada Daerah Tangkapan Waduk Sermo, yaitu: kelas I (sangat ringan: 0 - 15 ton/ha/thn) =1.2%; kelas II (ringan: 15 - < 60 ton/ha/thn) = 10.3%; kelas III (sedang 60 - < 180 ton/ha/thn) = 65.2%; kelas IV (berat: 180 - < 480 ton/ha/thn) = 21%; kelas V (sangat berat: >480 ton/ha/thn) = 1.5%. Secara umum, laju erosi yang terjadi adalah sebesar 146 ton/ha/thn atau setara dengan kehilangan lapisan tanah 8.101 mm/thn. Nilai ini termasuk dalam kategori kelas III (tingkat bahaya erosi sedang). Untuk mengendalikan laju erosi, diperlukan upaya pengendalian erosi secara vegetatif, yaitu berupa perbaikan pengelolaan tata guna lahan eksisting dengan menurunkan nilai faktor penutup tanah (C) dan pengelolaan tanah (P). Hasil perhitungan laju erosi dengan menggunakan faktor nilai C dan P (pengendalian) menunjukkan bahwa laju erosi adalah sebesar 37.483 ton/ha/thn atau setara dengan 2.082 mm/thn.
The changes of land use performed by humans used to fulfill their needs often caused negative impact to nature equilibrium, for example erosion. If soil erosion occurred naturally, it didn’t make big changes. While if it caused by human being error in managing land, accelerated erosion would be occurred. The purpose of this research is to predict sheet erosion problem on Sermo Watershed by using Universal Soil Loss Equation (USLE). By using Geographic System information (GIS), the rate of soil erosion in Sermo Watershed is classified in to five. Namely the very light class (0 - 15 ton/ha/year) =1.2%; light class (15 - < 60 ton/ha/year) = 10.3%; medium class (60 - < 180 ton/ha/year) = 65.2%; heavy class (180 - < 480 ton/ha/year) = 21%; very heavy class (>480 ton/ha/year) = 1.5%. In general, the rate of soil erosion is 146 ton/ha/year or equal to loss in 8.101mm/year of soil horizon. The class of soil erosion is medium. Vegetative approach is one of alternative of erosion control, such as improvement of existing land use management (by decreasing C index) and land conservation practiced (to decrease P index). Calculation of rate of erosion by using the new indexes give a rate of erosion to 37.483 ton/ha/year or equal to 2.082 mm/year loss of soil erosion.
Kata Kunci : Sumberdaya Air,Waduk,Prediksi Erosi,erosion,GIS,Sermo Watershed