Laporkan Masalah

Pengaruh Pengenaan Cukai Hasil Tembakau dan Pajak Rokok Elektrik terhadap Tingkat Konsumsi Mahasiswa Akuntansi di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Pengetahuan Perpajakan sebagai Variabel Moderasi

Ridwan Putra Jatmika, Sumiyana, Dr., M.Si., Ak., CA.

2025 | Skripsi | AKUNTANSI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan fiskal berupa cukai hasil tembakau dan pajak rokok elektrik terhadap perilaku konsumsi mahasiswa, baik dari sisi frekuensi maupun preferensi konsumsi. Selain itu, studi ini juga mengkaji peran pengetahuan perpajakan dalam memoderasi hubungan antara kebijakan fiskal dan perilaku konsumsi. Data dikumpulkan dari 187 responden mahasiswa akuntansi di wilayah DIY dan dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda serta uji Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cukai dan pajak rokok elektrik berpengaruh signifikan terhadap pengurangan konsumsi dan perubahan preferensi mahasiswa, mendukung teori permintaan. Namun, setelah dimoderasi oleh pengetahuan perpajakan, pengaruh tersebut menjadi tidak signifikan, yang mengindikasikan bahwa pemahaman pajak tidak memperkuat pengaruh kebijakan fiskal. Temuan ini menekankan bahwa perilaku konsumsi lebih dipengaruhi oleh harga langsung, faktor sosial, dan psikologis, dibandingkan kesadaran pajak semata.

This study aims to analyze the influence of fiscal policies, specifically tobacco excise and e-cigarette tax, on student consumption behavior in terms of both frequency and preference. Additionally, it examines the moderating role of tax knowledge in the relationship between fiscal policy and consumption behavior. Data were collected from 187 accounting students in the Yogyakarta Special Region and analyzed using multiple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA). The findings indicate that tobacco excise and e-cigarette tax significantly affect the reduction in consumption and the change in preferences among students, supporting the theory of demand. However, when moderated by tax knowledge, the influence becomes statistically insignificant, suggesting that tax awareness does not strengthen the effect of fiscal policy. These results highlight that consumption behavior is more influenced by direct price, social, and psychological factors than by tax awareness alone.

Kata Kunci : cukai, pajak rokok elektrik, pengetahuan perpajakan, konsumsi, mahasiswa

  1. S1-2025-481150-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481150-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481150-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481150-title.pdf