Laporkan Masalah

Pengaruh Peningkatan Peranan Posyandu terhadap Prevalensi Nematoda Usus Yang Ditularkan Melalui Tanah pada Murid Taman Kanak-Kanak Di Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul

Sigit Kusuma Jati, Dra. Budi Mulyaningsih, Apt., MS.; dr. Ernaningsih, DTM&H

1995 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Nematoda usus yang hidup parasitik di dalam limen ususu manusia yang ditularkan melalui tanah, atau disebut juga Soil transmitted helminths, masih merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting di Indonesia. Nematoda yang hidup dalama lumen usus manusia akan menghisap sari makanan, menghambat absorbsi makanan dan juga dapat menghisap darah, sehingga bila menginfeksi anak-anak dapat menyebabkan Protein Kalori Malnutrisi (PKM), menghambat pertumbuhan dan dapat mengakibatkan anemi, sedangkan pada orang dewasa dapat menurunkan daya kerja dan produktifitas. Posyandu adalah suatu sarana yang dibentuk dengan melibatkan tenaga kesehatan profesional maupun nonprofesional dan berusahan mengikutsertakan masyarakat dalam menangani masalah-masalah kesehatan yang ada dalam lingkungannya. Posyandu membina sikap ataidup sehat pada masyarakat, dan perbaikan sikap atau perilaku hidup sehat akan mempengaruhi keadaan higiene sanitasi menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan peranan Posyandu terhadap prevalensi nematoda usus yang ditularkan melalui tanah. Penilitian ini dilakukan dengan pemeriksaan tinja secara Kato di Laboratorium Parasitologi Universitas Gadjah Mada dan wawancara kepada pengurus Posyandu dengan kuesioner. Hasil pengamatan menunjukkan Posyandu Kertan lebih berperan dari pada Posyandu Bungas dan Posyandu Bungas lebih berperan dari pada Posyandu Titang Prevalensi infeksi nematoda usus tersebut untuk masing-masing Posyandu adalah Posyandu Kertan 31,83%, posyandu Bungas 41,18% dan Posyandu Titang mencapai 60,87%. Hasil analisa dengan kai kuadrat perbedaan antara Posyandu Kertan dengan Posyandu Bungas tidak bermakna (X2=0,885 ; P>0,05), antara Posyandu Bungas dengan Posyandu Titang juga tidak bermakna (X2 = 2,412; P>0,05). Perbedaan prevalensi nematoda usus antara Posyandu Kertan dengan dengan Posyandu Titang secara statistik berbeda bermakna (X2 = 5,070 ; P<0,05). Hasil analisa dengan odds ratio infeksi nematoda usus antara Posyandu Kertan terhadap Posyandu Titang adalah 3,33, berarti anak-anak di Posyandu Titang kemungkinan untuk terinfeksi nematoda usus meningkat 3,33 kali lipat dibanding dengan anak-anak di Posyandu Kertan. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan peranan Posyandu mempunyai pengaruh menurunkan prevalensi nematoda usus.

Kata Kunci : soil transmitted helminths, nematoda, Posyandu

  1. S1-FKU-1994-SigitKusumaJati-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1994-SigitKusumaJati-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1994-SigitKusumaJati-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1994-SigitKusumaJati-Title.pdf