PEMISAHAN Zr-Hf DALAM ZIRKONIUM OKSIKLORIDA (ZOC) HASIL PELEBURAN PASIR ZIRKON KALIMANTAN MENGGUNAKAN TRI n-BUTIL FOSFAT (TBP)-DODEKANA DAN TRI n-BUTIL FOSFAT (TBP) DALAM PELARUT KEROSEN
Kharistya Rozana, Prof. Dr.rer.nat. Karna Wijaya, M.Eng; Dr. Ariyani Kusuma Dewi
2025 | Tesis | S2 Ilmu Kimia
Kelimpahan pasir
zirkon Kalimantan, Indonesia menjadi tantangan bagi peneliti dalam mengelola
hasil mineral bumi. Pasir zirkon memiliki kandungan unsur zirkonium (Zr) dan hafnium
(Hf). Di alam unsur Zr selalu ditemukan bersamaan dengan unsur Hf, keduanya
memiliki kemiripan s?fat fisik dan kimia. Namun kedua unsur ini memiliki
perbedaan dalam hal penampang serapan neutron.
Pada penelitian ini
dilakukan pemisahan Zr-Hf menggunakan dua ekstraktan yang berbeda yaitu Tri
n-Butil Fosfat (TBP)-Dodekana dan TBP dengan pelarut kerosen. Umpan ekstraksi
berupa zirkonium oksiklorida (ZOC) diperoleh dari peleburan pasir zirkon
Kalimantan. ZOC dari peleburan pasir zirkon diuji kualitasnya dengan alat XRF,
XRD, FTIR, dan SEM. Proses ekstraksi dilakukan dengan 2 cara yaitu melarutkan
umpan ZOC dalam media asam nitrat menggunakan ekstraktan TBP-Dodekana dan
ekstraktan TBP dalam media pelarut kerosen. Beberapa parameter ekstraksi yang
dilakukan dalam penelitian ini antara lain variasi fase organik dan fase berair
(O/A), variasi waktu kontak, variasi konsentrasi asam nitrat, dan variasi
penambahan jenis garam. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan mechanical
shaker. Filtrat hasil ekstraksi dianalisis dengan menggunakan XRF.
Hasil penelitian menunjukkan Zr dan Hf dapat dipisahkan secara optimum menggunakan penambahan natrium nitrat dengan rasio organik/air 1:5, waktu kontak 75 menit, dan konsentrasi HNO3 7 M. Pemisahan Zr dan Hf menggunakan TBP dalam media pelarut kerosen dan ekstraktan TBP-Dodekana memberikan nilai faktor pisah berturut-turut sebesar 13,88 dan 14.49. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode ekstraksi cair-cair Zr dan Hf yang efisien sehingga dapat diaplikasikan untuk Zr derajat nuklir.
The abundance of
zircon sand in Kalimantan, Indonesia poses a challenge for researchers in
managing mineral resource outcomes. Zircon sand contains the elements zirconium
(Zr) and hafnium (Hf). In nature, the element Zr is always found together with
the element Hf, both of which have similar physical and chemical properties.
However, these two elements differ in terms of neutron absorption
cross-section. This study involves the separation of Zr-Hf using two different
extractants: Tri n-Butyl Phosphate (TBP)-Dodecane and TBP with kerosene
solvent.
The extraction feed
in the form of zirconium oxychloride (ZOC) is obtained from the melting of
zircon sand from Kalimantan. The quality of the ZOC from the melting of zircon
sand is tested using XRF, XRD, FTIR, and SEM instruments. The extraction
process is carried out in two ways: dissolving the ZOC feed in nitric acid
media using TBP-Dodecane extractant and TBP extractant in kerosene solvent. Several
extraction parameters implemented in this study include variations of organic
and aqueous phases (O/A), contact time variations, variations in nitric acid
concentration, and variations in the type of salt addition. Extraction was
carried out using a mechanical shaker. The filtrate from the extraction was
analyzed using XRF.
The research results showed that Zr and Hf could be optimally separated using sodium nitrate addition with an organic/water ratio of 1:5, a contact time of 75 minutes, and an HNO3 concentration of 7 M. The separation of Zr and Hf using TBP in a kerosene solvent medium and TBP-Dodecane extractant yielded separation factors of 13.88 and 14.49, respectively. This research is expected to contribute to the development of an efficient liquid-liquid extraction method for Zr and Hf that can be applied for nuclear grade Zr.
Kata Kunci : zirkonium, hafnium, ekstraksi cair-cair, TBP-dodekana, kerosen